Books By Publisher Penerbit Alvabet


Categories

Publishers

Cover Sistem Informasi Sekolah Penerbit Alvabet
See Detail

Sistem Informasi Sekolah

Satia P. Zen, dkk.


Price
Rp 50,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Di era digital dengan kecanggihan teknologi informasi seperti sekarang ini, pentingnya pemanfaatan sistem teknologi dan informasi secara terpadu di sekolah tak diragukan lagi. Demi mendukung terlaksananya tata kelola sekolah yang efektif, efisien dan memudahkan bagi para warganya untuk menjalankan tugas masing-masing, penggunaan sistem informasi yang terpadu di sekolah sangat disarankan. Dengan adanya sistem informasi terpadu, yang di Sekolah Sukma Bangsa dikenal dengan SISTO (Sistem Informasi Sekolah Terpadu Online), banyak pihak mendapatkan manfaat dan kemudahan.

Di antara manfaat penggunaan SISTO di sekolah adalah:

Menyelesaikan tugas-tugas guru lebih efektif danefisienAkurasi,objektifitas, dan transparansi datawarga sekolah terjagaInformasi merata dan bisa-diakses pihak-pihak yang membutuhkanMembangun budaya kerja dan pengambilan keputusan/kebijakanberbasis dataMengembangkanbudaya menulis warga sekolahMenciptakan tradisi administrasi efektif dengan pengarsipan rapi

Sejak diaktifkannya, SISTO telah sangat membantu segenap warga Sekolah Sukma Bangsa di tiga lokasi: Pidie, Bireun, dan Lhokseumawe dalam penyelesaian tugas-tugas, penyediaan informasi yang lengkap dan akurat. SISTO juga telah menjadi penunjang proses belajar-mengajar yang efektif dan menyenangkan. Bagaimana memulai dan menjalankannya? Buku ini memberikan paparan lengkap dan gamblang sehingga SISTO bisa diterapkan di sekolah mana saja yang ingin mengefektif-efisienkan tata kelola sekolah dengan memaksimalkan teknologi informasi.

ENDORSEMENT

“Salah satu contoh bagaimana teknologi dan informasi secara sadar digunakan Sekolah Sukma Bangsa untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar adalah implementasi system informasi sekolah terpadu online (SISTO).”—Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, M.A., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

“Buku ini berisi pengalaman yang sangat berharga dari para praktisi pendidikan. Perlu dibaca oleh para guru, para pengambil kebijakan pendidikan, bahkan bagi para peneliti.”—Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, M.Sc.Ed., pakar pendidikan

“Melalui buku ini, kita bisa melihat bagaimana perjuangan Yayasan Sukma mengembalikan keceriaan anak-anak korban tsunami Aceh. Pengalaman membangun dan mengembangkan Sekolah Sukma Bangsa yang terceritakan dalam buku ini memberikan inspirasi yang sangat berharga bahwa pendidikan untuk generasi emas bangsa ini tidak boleh hilang diterjang tsunami.”—Andy F. Noya, presenter Kick Andy Show

PENULIS

Satia P. Zen lahir di Jakarta, 26 November 1977, sudah merantau sejak berumur 16 tahun mulai dari Filipina dan Malaysia sebelum akhirnya menetap di Aceh pada tahun 2006. Setelah menamatkan kuliah S2 jurusan Psikologi di Universitas Kebangsaan Malaysia, dia aktif di dunia pendidikan sebagai guru dan Program Coordinator di Progam Internasional Sekolah Menengah Atas di Jakarta. Ia terlibat dalam Program Kerjasama Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta dengan Cambridge International Examination sebelum bergabung dengan Yayasan Sukma pada tahun 2006. Saat ini ia aktif sebagai Direktur Sekolah Sukma Bangsa Bireuen dan ibu dari satu orang putri. Beberapa artikelnya pernah muncul di Media Indonesia danSerambi Indonesia yang bercerita tentang pengalamannya mengelola Sekolah Sukma Bangsa.

Ahmad Baedowi lahir di Bekasi pada 10 Oktober 1964. Sarjana dari Jurusan Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1990) ini menyelesaikan program Master of Education (M.Ed) pada School of Leadership Education, George Mason University, Virginia, Amerika Serikat, pada 2003. Sejak 2008 ia juga menjadi penanggung jawab rubrik pendidikan pada harian nasional Media Indonesia. Kolomnya, Calak Edu, setiap hari Senin di media tersebut menggambarkan betapa ia sangat concern terhadap dunia pendidikan.

Pria yang sejak 2006 menjabat Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Media Group, Jakarta, ini terlibat pula dalam beberapa riset tentang radikalisme di lingkungan guru agama dan siswa sekolah menengah umum bersama Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP), Indonesian Institute for Society Empowerment (INSEP), dan Yayasan Paramadina, Jakarta. Selain menjadi Dewan Redaksi Penerbit Pustaka Alvabet sejak 2004, ia juga tergabung dalam Institute for Peace and Islamic Studies, Jakarta sejak 2010. Di sela berbagai kesibukannya, ia menyempatkan diri mengajar mata kuliah Manajemen Kurikulum dan Efektivitas Manajemen Sekolah pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Mahyudin lahir di Jakarta pada 22 Juli 1972. Dia menyelesaikan pendidikan menengah di pondok pesantren Daar el-Qolam pada tahun ajaran 1991/1992. Pada tahun yang sama, dia melanjutkan studi di jurusan Aqidah Filsafat (AF), IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus pada Desember 1997. Kemudian dia melanjutkan studi Islam dan Modernitas pada program pasca Sarjana UIN Jakarta dan lulus pada 2009. Pada 1998–2004, dia bergabung di Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) sebagai staf penyedia data awal pene-litian. Sejak 1999–sekarang, bersama beberapa rekannya dia merintis sebuah yayasan yang diberi nama Indonesian Institute for Society Empowerment (INSEP). Yayasan ini bergerak di bidang pelayanan jasa penelitian, pelatihan, dan konsultasi pendidikan. Pernah menjadi direktur Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe pada 2010-2014, kini ia kembali mengelola INSEP dan menjadi Supervisor SISTO untuk Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Bireuen, dan Lhokseumawe.

Sansrisna lahir di Curup pada 30 Agustus 1968 dan merupakan putri pasangan Mayor Purn. Amwat Dahasim dan Helmawati.Alumnus Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya program studi Ilmu Ekonomi ini saat kuliah pernah menjadi utusan Provinsi Bengkulu di ajang pertukaran pemuda Indonesia-Canada (Canada World Youth). Mengajar sudah dilakoninya sejak masih di bangku kuliah. Pada 2006 ia bergabung dengan Sekolah Sukma Bangsa dan pada 2012 meraih penghargaan Kepala Sekolah Berprestasi Kabupaten Pidie. Prestasinya yang lain adalah meraih peringkat kedua Penulis Artikel Pendidikan yang diterbitkan Media Indonesia tahun 2011. Jabatan terakhirnya sampai saat ini adalah Kepala SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe.

Adhi Lesmana, menyelesaikan S1 Sistem Informasi di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Jakarta tahun 2006. Sebelum bergabung penuh dengan Sekolah Sukma Bangsa, ia sempat menjadi trainer komputer bagi guru-guru Sekolah Sukma Bangsa. Merupakan salah satu anggota Tim SISTO dengan tugas khusus pembuatan modul dan jaringan komputer, saat ini ia menjadi guru mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan, sekaligus Kepala Pusat Data dan Informasi Sekolah Sukma Bangsa Bireuen. Menyenangi dunia teknologi komputer terutama sistem operasi linux, Adhi bisa dihubungi di adhilesmana@yahoo.com atau berkunjung ke adhilesmana-techno.blogspot.com.

Read More
Cover Brutal; Kisah Memilukan tentang Terenggutnya Kepolosan seorang Bocah Perempuan Penerbit Alvabet
See Detail

Brutal; Kisah Memilukan tentang Terenggutnya Kepol ...

Nabila Sharma


Price
Rp 55,000,-
Synopsis

SINOPSIS

“Aku adalah gurumu. Kau harus melakukan apa yang kuperintahkan.”

Setelah malam itu, aku tak pernah lagi memanjatkan doa. Apa gunanya? Tak seorang pun, atau bahkan Tuhan, akan menolongku.

Aku ingin menjadi anak kecil lagi. Tetapi ia telah merenggutnya dariku. Ia telah mencuri kepolosanku dan menghancurkan semuanya.

Ia benar-benar brutal.

 

* * *

Nabila Sharma berusia tujuh tahun kala dia mulai belajar di masjid setempat, layaknya gadis Muslim lainnya. Bangunan suci itu seharusnya menjadi tempat yang menenangkan jiwanya, tempat belajar dan berdoa. Tetapi, guru agamanya—lelaki yang semestinya dapat dia percayai—rupanya memiliki rencana lain terhadapnya.

Dari pertama menatapnya, Nabila merasa ada yang tak beres. Dan, perasaan itu benar belaka! Lebih dari lima tahun ke depan, derita Nabila tak tertahankan. Dengan alasan kepatuhan, dengan menyiksa secara fisik dan mental, sang ustadz memaksa Nabila melakukan perbuatan yang tak terkatakan, demi memenuhi hasratnya. Setiap saat, sang ustadz dengan kasar melecehkan kehormatannya. Masalahnya, ia dihormati masyarakat, dipercaya semua orang. Jika Nabila “berteriak”, aib akan menimpa keluarganya. Alhasil, dia hanya terdiam menyembunyikan semuanya. Dan, sebagai gadis kecil, Nabila tak berdaya. Hingga akhirnya, dia memberanikan diri menulis buku ini.

 

* * *

“Saya senang telah menulis buku ini. Saya mendengar banyak kasus seperti yang saya alami, dan saya tidak sendirian. Saya menulis buku ini untuk mendidik masyarakat, dan saya harap ini akan membuat perbedaan bagi kehidupan orang lain, agar tidak terjadi lagi kasus seperti yang saya alami.”—Nabila Sharma

 

Brutal adalah catatan mengejutkan dan menyayat hati tentang penderitaan seorang bocah perempuan di sebuah masyarakat di mana kehormatan dan rasa malu adalah urusan hidup dan mati. Inilah kisah tentang kepolosan yang terenggut dan kehidupan yang hancur. Tetapi di atas semua itu, inilah kisah inspiratif ihwal daya tahan hidup, tentang gadis muda yang menemukan cinta dan memiliki harapan meskipun dalam tempat yang teramat gelap.

Read More
Cover Syarah UUD 1945 Perspektif Islam Penerbit Alvabet
See Detail

Syarah UUD 1945 Perspektif Islam

Masdar Farid Mas’udi


Price
Rp 57,500,-
Synopsis

ENDORSMENT

“Sangat menarik! Buku ini memberikan rujukan dalil-dalil naqliyyah untuk hampir semua ketentu­an di dalam UUD 1945. Dari buku ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kandungan konstitusi kita adalah Islami. Ini berarti, Indonesia dengan dasar Pancasila dan UUD 1945 adalah negara yang Islami, tapi bukan negara Islam. Negara Islami secara resmi tidak menggunakan nama dan simbol Islam, tapi substansinya mengandung nilai-nilai Islam….”—Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, SH, Ketua Mahkamah Konstitusi RI

“Pemahaman dan pengertian umat beragama terhadap isi Undang-Undang Dasar sangatlah penting untuk mengutuhkan kepribadian setiap warga negara sebagai warga bangsa yang religius. Dalam kehidupan sehari-hari, tak boleh ada pertentangan ataupun usaha mempertentangkan keyakinan keagamaan dengan keterikatan pada hukum negara yang sah dan konstitusional. Karena itu, sangat tepat apabila UUD 1945 dapat dimasyarakatkan di kalangan umat beragama dengan menggunakan bahasa agama yang mereka yakini.”—Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2003–2008

”Ada kebutuhan mutlak bagaimana nilai-nilai dasar dan konsep-konsep utama dalam UUD 1945 bisa diterima sepenuh hati oleh umat Islam. Hanya dengan cara ini umat Islam akan bersedia memikul tanggung jawab kebangsaan dan kebernegaraannya dengan sepenuh hati.... Buku ini sangat penting untuk meretas benang keraguan dan sikap setengah hati umat Islam yang di sana-sini masih kerap muncul dalam hidup berbangsa dan bernegara.”—KH MA Sahal Mahfudh, Rais Am PBNU dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia

 

PENULIS

Masdar Farid Mas’udi lahir pada 1954 di Purwokerto. Ia belajar agama Islam dari Kyai Chudlori (alm.) di Pesantren Tegalrejo, Magelang (1966-1968), Kyai Ali Maksoem (alm.) di Pesantren Krapyak, Yogyakarta (1968-1974), dan di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1972-1979 ). Ia juga belajar filsafat pada Program Pascasarjana UI (1994-1996).

Di lingkungan kaum Nahdliyin, Kyai Masdar termasuk sosok berpengaruh. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Tim Asistensi Pemikiran Keagamaan untuk Rais Am dan Ketua Umum PBNU (1984-1994), Katib I Syuriah PBNU (1999-2004), Pelaksana Harian Ketua Umum PBNU (2004), dan Ketua PBNU (2005-2010). Setelah Muktamar ke-32 PBNU, kini ia dipercaya menjabat Rais Syuriah PBNU (2010-2015).

Kiprahnya di dunia profesional tak kalah hebat. Berbagai posisi penting pun ia jabat, antara lain anggota Komisi Ombudsman Nasional (2001-2009), anggota Komisi Ombudsman Harian KOMPAS (2000-2004), anggota Dewan Etik ICW (2004-2009), Direktur P3M (2000-2009), anggota Panel-45 Presiden RI untuk Sidang Umum PBB 2005, dan anggota Delegasi Indonesia untuk Konferensi PBB tentang HAM di Jenewa (Maret, 2008).

Pemikiran Kyai Masdar termaktub dalam sejumlah buku, yakni Agama Keadilan: Risalah Zakat [Pajak] dalam Islam (1993) serta Islam dan Hak-Hak Reproduksi Perempuan (1997). Selain itu, ia kerap pula menuangkan gagasannya dalam banyak artikel di berbagai koran dan majalah serta makalah untuk beragam seminar di dalam negeri maupun di luar negeri.

Read More
Cover Terorisme di Indonesia dalam Tinjauan Psikologi Penerbit Alvabet
See Detail

Terorisme di Indonesia dalam Tinjauan Psikologi

Sarlito Wirawan Sarwono


Price
Rp 33,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Selama satu dasawarsa, terorisme menjadi perbincangan hampir semua lapisan masyarakat Indonesia. Bahkan, selain massif dan intensif muncul dalam berbagai pemberitaan media massa, isu terorisme juga telah ditulis ke dalam banyak jurnal ilmiah dan buku. Berbagai perspektif dan sudut pandang dipergunakan untuk mengupas dan memahami terorisme. Namun, sedikit sekali atau bahkan mungkin tidak ada yang membedah perilaku terorisme dari kacamata psikologi.

Inilah kelebihan buku ini. Melalui riset mendalam hingga wawancara langsung dengan para pelaku terorisme di Indonesia, psikolog Sarlito Wirawan Sarwono mengurai terorisme dari sudut pandang psikologi. Selain memaparkan profil para teroris, buku ini juga mengupas kondisi psikologis mereka: pandangan keagamaan dan ideologi politik, karakter, kebiasaan hidup, perilaku sosial, serta motivasi melakukan kekerasan. Dengan memahami kondisi psikologis para pelaku teror, Sarlito menawarkan jalan alternatif untuk memutus mata rantai dan keberlanjutan aksi-aksi terorisme di Indonesia.

 

PENULIS

Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono adalah psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI). Setamat dari UI, ia meneruskan pendidikannya di Universitas Edinburgh, Inggris, dan Universitas Leiden, Belanda, dan kemudian meraih gelar doktor psikologi di UI pada 1978 di usia 34 tahun.

Begitu lulus sarjana pada 1968, Sarlito langsung memilih karier sebagai dosen dan peneliti. Selain mengajar di UI, ia juga menjadi dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Psikolog yang aktif di berbagai asosiasi psikologi internasional dan nasional ini pernah menjadi profesor tamu di Amerika Serikat, Belanda, Selandia Baru, dan Malaysia. Ia pernah menjabat Dekan Fakultas Psikologi UI pada 1997-2004, dan sekarang (2012) menjabat Ketua Program Studi Ilmu Kepolisian Program Pascasarajana UI serta Dekan Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI. Selain itu, saat ini Sarlito adalah Penasihat Kapolri dan BNPT (Badan nasional Penanggulangan Terorisme).

Sejak mahasiswa, mantan aktivis Angkatan 66 ini memang tertarik pada masalah perilaku massa. Skripsi dan disertasinya mengupas aksi-aksi demo mahasiswa, dan dalam kariernya Sarlito banyak membantu Polri meneliti masalah kerusuhan (Jakarta, 1998) dan konflik sosial (Ambon, Maluku Utara, dan Kalbar, 1999).

Sejak 2006, ia melakukan penelitian jangka panjang (sampai sekarang) dalam bidang deradikalisasi dan kontra terorisme di Indonesia. Melalui penelitian itu, Sarlito menjadi psikolog pertama di Indonesia yang bergaul langsung dan kenal secara pribadi dengan para mantan teroris di Indonesia, baik yang masih di dalam penjara/tahanan maupun yang sudah bebas. Bahkan, Sarlito pernah mewawancarai langsung tokoh-tokoh radikal di Malaysia dan Mesir. Inilah kelebihan Sarlito, yang membuat buku ini bisa menjadi sumber referensi penting dalam bidang psikologi teroris.

Read More
Cover Jerusalem: The Biography Penerbit Alvabet
See Detail

Jerusalem: The Biography

Simon Montefiore


Price
Rp 169,000,-
Synopsis

SINOPSIS

KISAH TENTANG YERUSALEM ADALAH KISAH TENTANG DUNIA

Yerusalem adalah kota universal, ibukota dua bangsa, dan tempat suci tiga agama. Kota warisan berbagai kekaisaran yang di masa kini menjadi medan perang bagi bentrokan peradaban ini dipercayai bakal jadi tempat penghancuran terakhir dunia di Hari Kiamat. Bagaimana kota kecil yang terpencil ini menjadi Kota Suci, “pusat dunia” dan kini menjadi kunci perdamaian di Timur Tengah?

Dalam buku yang sangat memikat ini, riwayat Yerusalem dikisahkan melalui cerita perang, cinta, dan wahyu yang melibatkan pria dan wanita: raja, ratu, nabi, penyair, orang suci, penakluk, dan pelacur—sosok-sosok yang menciptakan, menghancurkan, mencatat, dan memercayai keyakinan masing-masing di Yerusalem. Di dalamnya, tertampilkan pula beragam karakter tokoh-tokoh berpengaruh dalam sejarah dunia: dari Suleiman al-Qanuni dan Shalahuddin al-Ayyubi (Saladin) hingga Cleopatra, Caligula, dan Churchill; dari Ibrahim sampai Yesus dan Muhammad; dari Izebel, Nebukadnezar, Herod, dan Nero di zaman kuno hingga Kaiser, Disraeli, Mark Twain, Rasputin, dan Lawrence dari Arabia di masa modern.

Dari Raja Dawud hingga Barack Obama, dari kelahiran Yudaisme, Kristen, dan Islam hingga konflik Palestina-Israel, inilah epos sejarah 3.000 tahun ihwal kesucian, keimanan, fanatisme, identitas, nasionalisme, pembantaian, dan koeksistensi. Inilah kisah tentang bagaimana Yerusalem menjadi Yerusalem; satu-satunya kota yang hidup dua kali—di surga dan di bumi.

 

 

ENDORSEMENT

“Sebuah epik besar dan memikat, setara prosa film-film Hollywood ... Bercerita tentang raja-raja dan prajurit-prajurit gagah, permusuhan nabi dan imam, wanita cantik dan berbahaya, pertempuran spektakuler, serta perpaduan kesalehan dan pengkhianatan. Seluruh kehidupan manusia ada dalam buku ini. Monumental.”—Peter Burton, Daily Express

“Ensiklopedia sejarah yang memukau tentang tiga agama ... menampilkan tokoh-tokoh agung dalam sejarah, termasuk raja-raja licik, ratu-ratu curang, para panglima perang haus darah, kaisar-kaisar pembantai, dan pelacur-pelacur memikat. ... Siapa pun yang ingin memahami kekuatan agama dan nafsu yang membentuk sebagian besar dunia modern akan mendapat manfaat dari buku ini.”—Adam LeBor, Literary Review

“Montefiore benar-benar menyuguhkan sejarah kota yang selalu hidup. Epik, menantang, dan mungkin sembrono. Setiap pembaca dari semua kalangan dapat menikmati buku ini.”—Alyson Rudd, Times

“Dikemas dengan detail yang menarik. Kisah mencekam tentang perang, pengkhianatan, pemerkosaan, pembantaian, penyiksaan sadis, fanatisme, permusuhan, korupsi, kemunafikan, dan spiritualitas.”—Antony Beevor, Guardian

“Buku ini memungkinkan pembaca merasa simpati dan marah pada semua pihak ... Karya yang menceritakan kisah tragis sebagian besar manusia yang berkeyakinan bahwa, jika kita mencintai sesuatu, kita harus memilikinya.”—Charles Moore, Daily Telegraph

“Karya yang sangat bagus, menghibur, dan tepat waktu. Montefiore berhasil berkat kekuatan ceritanya ... Narasi yang menarik dan buku yang sangat penting.”—Victor Sebestyen, Evening Standard

 

 

PENULIS

SIMON SEBAG MONTEFIORE (lahir pada 1965) adalah se­jarawan terkemuka asal Inggris. Anggota Royal Society of Literature, organisasi kesusas­traan tertua di Inggris, ini menekuni studi sejarah di Gonville & Caius College, Cambridge University.

Buah pikiran Montefiore mewujud dalam buku-buku bestseller dunia yang terbit dalam 35 bahasa le­bih. Tiga dari tujuh karyanya sukses me­­me­­nangi ber­bagai penghargaan bergengsi: Catherine the Great & Potemkin adalah nominator Samuel Johnson Prize, Duff Cooper Prize, dan Marsh Biography Prize; Young Stalin memenangi Bruno Kreisky Prize for Political Literature (Austria), Costa Biography Prize (UK), LA Times Book Prize for Biography (US), dan Le Grand Prix de la Biographie Politique (Prancis); sementara Stalin: the Court of the Red Tsar (Stalin: Kisah-Kisah yang Tak Terungkap) meraih History Book of the Year dari British Book Awards serta Book of the Year dari belasan media massa ternama di Barat.

Karya Montefiore lainnya yang juga mengekspose riwayat tokoh-tokoh tenar dalam sejarah yaitu 101 World Heroes dan Monsters, dua buku yang saling berseberangan dalam hal isi: yang pertama perihal tokoh pahlawan, dan yang kedua tentang tokoh jahat dalam sejarah. Talentanya sebagai penulis hebat dunia kian terbukti dengan karya novel sejarahnya yang berjudul Sashenka, buku laris dunia yang telah diterjemahkan ke dalam 26 bahasa.

Read More
Cover Muslim Pertama: Melihat Muhammad Lebih Dekat Penerbit Alvabet
See Detail

Muslim Pertama: Melihat Muhammad Lebih Dekat

Lesley Hazleton


Price
Rp 68,500,-
Synopsis

SINOPSIS

Riwayat hidup Muhammad adalah sejarah paling penting yang hampir tak tertandingi. Sayangnya, dalam keagungan pemujaan namanya, kisah yang intens tentang sang pengibar Islam ini tidak dimengerti secara mendalam. Banyak buku telah ditulis, namun hanya sedikit yang mengupas secara utuh sisi humanistik sang tokoh.

Dalam buku ini, Lesley Hazleton menggambarkan Muhammad dalam suatu cerita yang hidup. Mengurai kisah sang Nabi dalam bingkai sejarah, politik, agama, dan psikologi, ia menampilkan sosok agung ini sebagai manusia seutuhnya, dengan segala kompleksitas dan vitalitasnya. Lebih dari itu, buku ini memaparkan kebangkitan Muhammad: dari lelaki tak berdaya menjadi pemimpin penuh kuasa, dari seorang tak dikenal menjadi pribadi yang namanya terus dikenang, dari sosok tak penting menjadi figur yang pengaruhnya sangat kuat bagi umat manusia. Bagaimana seorangoutsider ini akhirnya menjadi insider utama di dunia Arab yang “sakit” kala itu?

Ditulis dengan jernih tanpa tendensi ideologis-politis,Muslim Pertama menyuguhkan narasi yang hidup tentang seorang pria mengagumkan yang berada di antara idealisme dan pragmatisme, iman dan politik, perdamaian dan kekerasan, serta penolakan dan pujian. Dan, buku ini tak hanya menerangi figur sang tokoh, tapi juga warisan pengaruhnya yang terus terasa hingga saat ini.

 

ENDORSEMENT

“Kisah tentang Nabi Muhammad yang sebagian besar tak diketahui. Caranya bertutur sungguh piawai. Ceritanya mudah dipahami dan menarik. Wajib dibaca oleh Muslim dan non-Muslim.”—Hooman Majd, penulis The Ayatollah Begs to Differ

“Buku ini tidak berniat mendorong pembacanya untuk mencintai atau membenci sang Nabi, tapi untuk memberikan pemahaman yang utuh ihwal Muhammad... Sebuah biografi yang kaya.”—San Francisco Chronicle

“Hazleton mengupas secara tajam salah satu tokoh paling menarik dan disalahpahami dalam sejarah. Dia menggambarkan seorang pria dengan pribadi yang kompleks, di mana cobaan dan kemenangannya telah mengubah jalan sejarah. Buku yang indah.”—Reza Aslan, penulis No God but God

“Hazleton telah melakukan hal yang tampak mustahil: mengambarkan secara proporsional pria yang lebih sering berada dalam pemujaan. Buku paling menarik tentang Muhammad yang pernah saya baca.”—G. Willow Wilson, penulis Alif the Unseen dan The Butterfly Mosque

“Hazleton menangkap titik penting dalam sejarah, dan menuliskannya dengan indah.”—Imam Feisal Abdul Rauf, The Cordoba Initiative

“Hazleton menulis dengan cemerlang sebuah subjek yang kompleks, di mana politik dan agama saling bersinggungan.”—More Magazine

“Cerita yang mendalam, tidak hanya tentang perjalanan hidup Muhammad, tetapi juga tentang budaya Arab zaman itu... dengan warna yang kaya tentang tempat kejadian, budaya, dan kondisi penduduknya.”—The New York Journal of Books

“Sebuah upaya tulus untuk memahami pengalaman Muhammad.”—Guernica

“Membaca buku ini seakan kita terbawa dalam kehidupan Nabi, yang ajarannya, empat belas abad kemudian, menjadi keyakinan lebih dari satu setengah miliar orang di dunia.”—The San Francisco Chronicle

“Hazleton menulis dengan keluar dari kebiasaan: melihat Muhammad sebagai manusia fana, seorang pria yang hidup, renta, dan akhirnya mati.”—The Stranger

“Menarik... pengenalan menawan yang sangat berharga bagi mereka yang mencari pemahaman lebih besar tentang pesan Islam dan utusannya.”—Publishers Weekly

“Luar biasa! Tulisan yang elegan tentang kehidupan Nabi di tengah pembuatan legenda sang tokoh.”—Kirkus Reviews

“Tulisan yang indah, buku ini memperlihatkan kehidupan Nabi yang sangat dihormati dan ditiru umat Islam secara keseluruhan.”—Cornel West, Gurubesar Union Theological Seminary dan Gurubesar Emeritus Princeton University

“Tulisan yang kaya, rinci, dan mengagumkan. Hazleton melukiskan sebuah sejarah yang tak pernah tergambarkan dengan baik.”—The Seattle Times

 

PENULIS

Lesley Hazleton adalah jurnalis Timur Tengah yang memfokuskan tulisannya mengenai tema-tema politik dan agama serta sejarah dan peristiwa aktual. Selama dua belas tahun lebih, ia melaporkan tulisannya perihal Timur Tengah dari Yerusalem untuk berbagai media massa ternama seperti Time, New York Times, New York Review of Books, Nation, dan Harper’s. Blog pribadinya, accidentaltheologist.com, memuat pandangan-pandangannya yang agnostik tentang agama, politik, dan kehidupan.

Penyandang gelar Sarjana Psikologi dari Manchester University (1963-66) dan Master Psikologi dari Hebrew University of Jerusalem (1969-71) ini telah menulis banyak buku selain buku ini, antara lain After the Prophet: The Epic Story of the Shia-Sunni Split yang merupakan finalis PEN-USA Book Award, dan Mary: A Flesh and Blood Biography yang memenangi penghargaan Washington Book Award.

Pada 2011, ia menyabet penghargaan Genius Award bidang Sastra dari surat kabar The Stranger, dan pada 2012 ia menerima The Inaugural Scholar-in-Residence di pusat budaya dan masyarakat sipil Town Hall Seattle.

Lahir di Inggris pada 1945, Hazleton akhirnya menjadi warga negara Amerika Serikat pada 1994. Sekarang ini, ia tinggal di Seattle, setelah sebelumnya menetap di Yerusalem selama tahun 1966-1979 dan di Kota New York selama tahun 1979-1992.

“Everything is paradox,” ujarnya, suatu ketika. Dan, “The danger is one-dimensional thinking.”

Read More
Cover 1453: Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim Penerbit Alvabet
See Detail

1453: Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tanga ...

Roger Crowley


Price
Rp 85,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Selama lebih dari seribu tahun, Konstantinopel adalah pusat dunia Barat sekaligus pertahanan Kristen terhadap Islam. Selama itu pula kota ini tak lepas dari ancaman, namun selalu selamat dari penyerangan rata-rata setiap empat puluh tahun. Hingga akhirnya, sultan Usmani, Mehmet II, pemuda 21 tahun yang haus keagungan, berhasil melewati tembok pertahanan kota dengan bala tentaranya yang sangat besar. Berbekal persenjataan baru nan canggih, pada April 1453, sebanyak 80.000 pasukan Muslim memulai serangan mereka terhadap 8.000 pasukan Kristen di bawah pimpinan Konstantin XI, kaisar Byzantium ke-57. Konstantinopel akhirnya jatuh, menandai tersungkurnya kekuasaan Byzantium dan berakhirnya dunia Abad Tengah. Seperti apakah pertempuran dramatis yang berlangsung selama lima puluh lima hari itu?

Dengan riset sempurna, buku yang ditulis dengan gaya penceritaan novel ini mengisahkan peristiwa besar dalam sejarah dunia yang terlupakan: jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Muslim Turki Usmani pada 1453. Buku ini sekaligus menampilkan kontestasi dua tokoh inspirasional, Sultan Mehmet II dan Kaisar Konstantin XI, yang berjuang demi keyakinan agama dan kekaisaran. Lebih dari itu, inilah kisah tentang momentum dan mata rantai kunci berbagai peristiwa penting dalam sejarah dunia yang mengantarkan Timur Tengah menuju dunia modern.

***

“Tak berlebihan, buku ini mampu mengisahkan peristiwa besar dalam sejarah tentang kota Kristen yang jatuh ke tangan bangsa muslim. Penulis buku ini menuturkan kisah tersebut dengan gaya penceritaan novel. Tak pelak, buku ini bisa tampil dengan memikat.”

—N. Mursidi, Koran Jakarta

“Membaca buku sejarah yang ditulis Roger Crowley ini seperti membaca sebuah novel. Dengan bahasa yang mengalir dan penuh metafora, deskripsi latar, alur, dan penokohan cerita sejarah disajikan secara detail dan gamblang. Ketika membacanya, saya seakan-akan benar-benar menyaksikan secara langsung rentetan peristiwa yang dipaparkan di dalamnya.”

—Muhammad Rajab, Okezone.com

“Kelebihan buku ini terletak pada kelihaian penulisnya dalam menggambarkan karakter para tokohnya dengan sangat rinci. Dituturkan pula kehadapan pembaca seni perang pengepungan, taktik perang samudra, mitos—dan takhayul yang menyelubungi dilakukannya pengepungan terhadap Konstantinopel.”

—Muhammad el-Rumi as-Shofa, Harian Radar Surabaya

“Karya Roger Crowley ini berhasil membangun versi cerita yang begitu memikat tentang penaklukan Konstantinopel. Selama ini, peristiwa berdarah itu diceritakan para sejarawan berdasarkan asumsi terkait detail dan pertentangan di antara dua kubu yang berseteru. Karena itu, Roger berusaha menjauhkan kata “barangkali”, “mungkin saja”, “bisa jadi”, dan istilah sejenisnya.”

—Mohamad Asrori Mulky, GATRA

 

 

PENULIS

ROGER CROWLEY (lahir pada 1951 di Inggris) adalah lulusan Cambridge University. Usai menuntaskan sekolah dasar dan menengah, ia menghabiskan masa musim panas di Yunani untuk membuat barang tembikar. Setamat dari universitas, anak dari keluarga angkatan laut ini hijrah ke Istanbul dan mengembangkan minat yang besar pada sejarah Turki: selama bertahun-tahun, ia bertualang ke seluruh kawasan Mediterania dan mendalami pengetahuan geografi dan masa lalu wilayah ini. Beberapa tahun terakhir, ia melakukan perjalanan kembali ke daerah-daerah berbahasa Yunani, termasuk dua kali kunjungan ke Gunung Athos, rumah spiritual dalam tradisi Byzantium. Alhasil, muncullah karya pertamanya, buku ini: 1453 (2005). Ia juga menulis Empires of the Sea (2008), kisah lanjutan dari sejarah dramatis tentang kontes besar abad ke-16 antara dinasti Usmani dan dinasti Hapsburg untuk mengendalikan Mediterania.

Roger Crowley kerap menjadi narasumber tentang kekaisaran di kawasan Mediterania, antara lain untuk program In Our Time di BBC, Pusat Analisis Naval di Washington, NATO, dan Hay Festival. Baru-baru ini, ia memberi andil untuk serial televisi yang bertajuk “Usmani versus Kristen: Benturan Peradaban di Eropa Abad ke-16. Kini, ia tinggal di Inggris, di kawasan perdesaan Gloucestershire.

 

 

 

Read More
Cover The Drama of the Gifted Child Penerbit Alvabet
See Detail

The Drama of the Gifted Child

Alice Miller


Price
Rp 20,500,-
Synopsis

SINOPSIS

Sangatlah jarang kita menemukan buku  yang membuat kita terharu dengan tutur kata dan contoh sederhana, bersemangat dan luar biasa, contoh  mampu menyentuh dan  menyadarkan kita tentang banyak anak yang tersakiti di sekitar kita. –- New York Magazine

Dengan sosok yang terampil merefleksikan harapan para orangtuanya,  sangat banyak anak–anak di sekitar kita yang tumbuh dewasa dan mencapai prestasi terbaik dengan perasaan hampa. Tanpa pernah diizinkan menampilkan perasaan yang sebenarnya, dan kehilangan sentuhan dengan eksistensi diri sejatinya, mereka menampilkan perasaan-perasaan tertindas mereka dengan sejumlah kisah menyedihkan dan sikap kompulsif. Mereka, pada gilirannya, mewariskan sikap refresif semacam itu kepada anak–anaknya.

Buku yang sangat provokatif dan tajam ini menunjukkan bagaimana sikap narsis para orang tua membentuk dan merusak kehidupan anak–anak mereka. The Drama of the Gifted Child merupakan langkah awal  dalam membantu para pembaca  mendapatkan kembali kehidupannya, dengan  menemukan kebutuhan dasar mereka dan kebenaran sejatinya. 

ENDORSEMENT

“Sebuah buku yang bersahaja dan memiliki dampak  luar biasa…banyak pembaca yang mendapati dirinya dibedah dengan akurasi dan empati yang sangat tajam, seolah penulisnya saksi yang dingin dan tak terlihat bagi masa kecil mereka, yang melongok ke relung batin dan rahasia jiwa mereka”. -– Vogue

“Sungguh jarang Narsisme ditulis dengan di tulis dengan kejernihan dan wawasan yang begitu matang seperti dalam buku sederhana yang merangsang pikiran ini”  –- Newsweek

“Buku yang dianjurkan pasien …para terapis membacanya karena pasien merekomendasikannya.” -- Washington Post

Read More
Cover Mengembangkan Ruang Baca Penerbit Alvabet
See Detail

Mengembangkan Ruang Baca

John Wood


Price
Rp 67,500,-
Synopsis

SINOPSIS

Apa yang terjadi sejak John Wood meninggalkan Microsoft untuk mengubah dunia? Pada 1999, di usia 35 tahun, John Wood meninggalkan karier menterengnya di Microsoft untuk mendirikan Room to Read (Ruang Baca), organisasi nirlaba yang mempromosikan pendidikan, kesetaraan gender, dan minat baca bagi anak-anak di seluruh dunia. Ia membawa pelajaran berharga dari dunia usaha ke sektor nirlaba—dan, hasilnya sungguh spektakuler.

John Wood meyakini bahwa perubahan dunia dimulai dari anak-anak yang terdidik dan melek aksara. Melalui Room to Read, ia pun gigih membangun ribuan perpustakaan di berbagai belahan dunia, menguatkan kesetaraan gender melalui beasiswa pendidikan bagi anak perempuan, serta menerbitkan bermacam buku untuk anak-anak dalam bahasa ibu mereka. Maka, berkat Room to Read, lebih dari tujuh juta anak miskin kini dapat merasakan manfaat buku dan pendidikan.

Kisah ihwal John Wood, Room to Read, dan jutaan anak miskin yang ia kasihi adalah cerita utama buku ini. Inilah catatan mengagumkan ihwal orang-orang yang penuh kecintaan membantu orang lain yang tak berdaya. Buku ini telah menggerakkan banyak orang kaya, pejabat pemerintah, dan kaum filantropi. Kisahnya begitu menggugah dan menginspirasi.

ENDORSEMENT 

“Bayangkan apa yang akan terjadi jika ratusan orang mengikuti jejaknya.”—Bill Clinton, mantan Presiden Amerika Serikat

“Jika setiap anak memperoleh pendidikan, ratusan juta orang akan terangkat dari jurang kemiskinan.”—Room to Read

“Antusiasme yang luar biasa, juga keberaniannya. Warisan perpustakaannya adalah salah satu model yang akan dikenang oleh semua bangsa, terutama karena John Wood memulai dengan harta pribadinya.”—Financial Times

“John Wood telah membangun gerakan global untuk kesadaran literasi dan kesetaraan gender. Buku ini menawarkan blue-print untuk mengubah dunia.”—Sheryl Sandberg, COO Facebook dan penulis Lean In

“Gairah perjuangan John Wood untuk gerakan melek huruf dan pendidikan tertanam di setiap halaman buku ini. Sebuah inspirasi tentang kekuatan membaca.”—Booklist

“Wood tak kenal lelah, antusias,dan emosional…Sebuah motivasi tanpa henti.”—Nicholas Kristof, New York Times

 

PENULIS

John Wood meraih gelar Bachelors of Science dengan predikat magna cum laude dari University of Colorado serta menyandang Master of Business Administration dari Kellogg School of Management, Northwestern University. Dia tinggal dan bekerja di New York, Amerika Serikat.

John bekerja di Microsoft dari tahun 1991 hingga 1999, dan ia telah menduduki berbagai posisi penting di perusahaan internasional tersebut, antara lain se-bagai Direktur Pemasaran Divisi Asia-Pasifik, Direktur Unit Pelanggan Internet untuk Microsoft Australia, dan Direktur Pemasaran Microsoft Australia. Pada usia 35 tahun, ia memutuskan berhenti dari jabatannya sebagai Direktur Pengembangan Bisnis Microsoft untuk daerah Greater, China, dan kemudian mendirikan organisasi nirlaba Room to Read.

Bermula pada 1998, John mengambil liburan yang mengubah hidupnya. Berjelajah melalui sebuah desa terpencil di Himalaya, ia berbincang dengan seorang guru yang mengundang John untuk mengunjungi sekolahnya. John melihat sekolah tersebut sangat kekurangan buku bacaan. Ia pun mulai bergerak dengan mengirimkan e-mail sederhana kepada teman-temannya, meminta mereka ber-sedia menyumbangkan buku bekas. Kegiatan sederhana inilah yang kemudian tumbuh menjadi lembaga besar bernama Room to Read.

Pemenang banyak penghargaan ini selama sebelas tahun terakhir telah mendirikan lebih dari 12 ribu perpustakaan, menerbitkan lebih dari10 juta buku, membangun lebih dari 1.500 sekolah, dan mendukung lebih dari 13 ribu anak perempuan untuk menyelesaikan sekolah menengah mereka. Bersama Room to Read, John telah member manfaat dan dampak positif bagi kehidupan lebih dari tujuh juta anak di berbagai kawasan dunia.

John menerima banyak penghargaan berkat gerakannya, termasuk pengakuan sebagai “Young Global Leader” oleh World Economic Forum. MajalahTime bahkan menyebutnya sebagai salah seorang “Pahlawan Asia”. Sementara itu, The Public Broadcasting Corporation (PBS) mencatat namanya sebagai salah satu “Pemimpin Besar Amerika”. Ia pun dipilih oleh majalah Barron’s sebagai salah satu dari “25 Pemberi Terbaik” pada 2009 dan 2010, dengan peringkat ke-11 dan ke-9.

Pada 2011, Confucius Prize for Literacy (UNESCO) mengakui keunggulan dan inspirasi Room to Read di bidang gerakan keaksaraan. Organisasi ini memenangi lima kali penghargaan Social Capitalist Award dari majalah Fast Company, juga menerima penghargaan dari Skoll Foundation di bidang inovasi gerakan sosial, serta menerima Draper Richards Fellowship sebagai pengusaha sosial. Dalam hal efisiensi fiskal, Room to Read mendapatkan rating empat (4) bintang dari Charity Navigator untuk manajemen fiskal yang sehat selama lima tahun berturut-turut.

Read More
Cover Eat That Frog! Penerbit Alvabet
See Detail

Eat That Frog!

Brian Tracy


Price
Rp 39,800,-
Synopsis

SINOPSIS

Dalam kiasan Arab, ”waktu ibarat pedang”. Sementara pepatah Inggris menyebut, ”time is money”. Waktu memang sesuatu yang sangat bernilai. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik, orang-orang sibuk beraktivitas dan seringkali kewalahan dengan tugas-tugas yang mereka kerjakan. Bahkan, setiap orang acapkali tak cukup waktu untuk menuntaskan pekerjaan yang mereka rencanakan.

Tahukah Anda bahwa orang-orang yang sukses tidak berusaha mengerjakan semuanya. Mereka belajar untuk fokus hanya pada pekerjaan yang paling penting dan memastikan telah mengerjakannya. Kesuksesan dapat diraih dengan mengembangkan kebiasaan yang membuat kita mudah mencapai hasil lebih banyak dengan usaha yang semakin kecil.

Buku ini membantu Anda untuk merencanakan dan mengatur waktu Anda, menetapkan prioritas, mengatasi penundaan dan menjalani pekerjaan lebih banyak dalam waktu lebih singkat. Teknik-teknik yang ada dalam buku ini akan membuat Anda menjadi pribadi yang sangat efisien, efektif, dan produktif. Anda akan dapat berbuat lebih banyak, merasa lebih enjoy dan memegang kendali atas pekerjaan Anda, serta lebih positif dan bahagia dalam hidup dan pekerjaan Anda dibandingkan sebelumnya.

ENDORSEMENT

“Saya tidak sengaja menemukan Brian Tracy sepuluh tahun lalu. Dan jujur saja, ia dapat mengubah hidup saya. Saya menjadi Top Seller di perusahaan saya dan sekarang saya mengelola sendiri perusahaan periklanan. Buku ini akan mengubah hidup Anda.” —Rd Bair, Minneapolis

“Brian Tracy telah menulis sebuah buku yang langsung ke pokok masalah dan sangat berisi. Buku yang luar biasa.” —Jack Covert, Presiden dan Pendiri, 800-CEO-READ

“Brian Tracy sangat ahli dalam pengembangan potensi dan pribadi manusia. Ia akan membawa Anda untuk lebih banyak waktu dan sukses.” —Business Journal

 

PENULIS

Brian Tracy adalah pembicara, pelatih, dan konsultan profesional, juga pimpinan Brian Tracy International, sebuah perusahaan konsultan dan pelatihan yang berpusat di Solana Beach, California.

Dia menjadi jutawan berkat usahanya sendiri. Brian mendapatkan pelajarannya dengan cara yang berat. Dia tidak lulus SMA dan bekerja sebagai buruh selama beberapa tahun. Dia pernah menjadi pencuci piring, pengumpul kayu, penggali sumur, pekerja pabrik, dan penumpuk ikatan jerami di pertanian dan peternakan kuda. Pada usia 20-an tahun, dia menjadi salesman kemudian mulai menapaki dunia usaha. Tahun demi tahun, dengan mempelajari dan menerapkan setiap ide, metode, dan teknik yang bisa dia dapatkan, dia berhasil merintis karier hingga menjadi chief operating officer sebuah perusahaan pengembang bernilai $265 juta.

Di usia 30-an tahun, dia kuliah di University of Alberta dan meraih gelar sarjana dalam bidang bisnis; setelah itu dia mendapatkan gelar doktor dalam administrasi bisnis dari Andrew Jackson University. Sejalan dengan waktu, dia telah bekerja di 22 perusahaan dan industri yang berbeda. Pada 1981, dia mulai mengajarkan prinsip-prinsip kesuksesannya dalam berbagai ceramah dan seminar di seluruh negeri. Kini, buku, rekaman dan video seminarnya sudah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa dan digunakan di 52 negara. Sejak menjadi pembicara profesional, Brian sudah mengajarkan ide-idenya kepada lebih dari 4 juta orang di 55 negara. Dia menjadi pelatih dan konsultan untuk lebih dari 1.000 perusahaan. Dia hidup dengan mempraktikkan setiap prinsip yang dituangkan dalam buku ini. Dia berhasil melepaskan dirinya dan ribuan orang lain dari keputusasaan dan kegagalan menuju kemakmuran dan kesuksesan.

Brian Tracy menyebut dirinya “pembaca berbagai hal”. Dia menganggap dirinya bukan seorang peneliti akademis melainkan penyatu informasi. Setiap tahun dia menghabiskan waktu sekian ratus jam untuk membaca berbagai jenis surat kabar, majalah, buku, dan bahan bacaan lainnya. Selain itu, dia juga menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendengarkan rekaman program, menghadiri berbagai seminar, dan menyaksikan banyak video tentang aneka topik yang menarik bagi dirinya. Informasi yang dikumpulkan sedikit-demi-sedikit dari radio, televisi, dan media lain juga menambah dasar pengetahuannya.

Brian menerima ide dan informasi berdasarkan pengalamannya sendiri dan pengalaman orang lain, kemudian menggabungkannya ke dalam pengalamannya sendiri. Dia adalah penulis terkenal dari sekitar 40 buku di antaranya, Maximum Achievement, Advanced Selling Strategies, Focal Point, dan The 100 Absolutely Unbreakable Laws of Business Success. Dia sudah menulis dan memproduksi lebih dari 300 rekaman dan video program belajar yang digunakan di seluruh dunia.

Brian hidup bahagia bersama istri dan keempat anaknya. Dia tinggal di atas sebuah lapangan golf di San Diego. Dia melakukan perjalanan dan memberikan ceramah lebih dari 100 kali setiap tahun serta mengelola bisnis di 17 negara. Dia dianggap sebagai salah satu ahli terkemuka di dunia dalam bidang kesuksesan dan pencapaian.

Read More
Cover Memahami Islam Jawa Penerbit Alvabet
See Detail

Memahami Islam Jawa

Prof. Dr. M. Bambang Pranowo


Price
Rp 87,500,-
Synopsis

SINOPSIS

Pemilahan “santri-abangan” atas masyarakat Muslim Jawa oleh Clifford Geertz sudah setengah abad lebih mendominasi wacana sosial, budaya, dan politik Indonesia. Hingga yang berkerak dalam benak: yang shalat itu santri, dan yang tidak shalat berarti abangan. Dikotomi ini tentu saja terlalu simplistis, bahkan tidak tepat, untuk melihat religiusitas kaum Muslim Jawa seutuhnya.

Buku ini menyodorkan bukti-bukti etnografis yang menunjukkan ketidaktepatan pandangan tersebut. Berpegang pada penelitian lapangan, penulis mendeskripsikan, membandingkan, dan menganalisis aspek-aspek kehidupan sosial-keagamaan masyarakat pedesaan Jawa yang sama sekali tidak bisa dipahami secara utuh melalui dikotomi santri-abangan. Buku ini menawarkan paradigma baru, menyadarkan kita betapa kompleks dan majemuk Islam Jawa, sebuah sistem religiusitas yang tidak sekadar proses ‘mengada’ (state of being) melainkan proses ‘menjadi’ (state of becoming).

Dengan sudut pandang proses ‘menjadi’, keislaman dilihat bukan sebagai sistem religiusitas yang statis dan berorientasi fikih semata, sebaliknya ia dinamis, progresif, dan esoteris. Benar, memang! Dalam Islam Jawa, yang tidak shalat disebut dhereng nglampahi(belum melaksanakan), bukan mboten nglampahi (tidak melaksanakan). Ini berarti, kesalehan tidak dipatok sebatas ketaatan atas syariat, tapi juga penghayatan pada hakikat.

ENDORSEMENT

“Bambang Pranowo bukan saja profesor antropologi dalam bidang Islam Jawa, melainkan dia juga lahir, besar, dan tumbuh dalam tradisi itu. Jadi buku ini dapat dijadikan referensi untuk memahami lebih dekat lagi mengenai Islam Jawa.”— Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Jakarta

“Sejak karya monumental Religion of Java, trikotomi "abangan-priayi-santri" ala Clifford Geertz menjadi salah satu kerangka pengertian dominan tentang masyarakat Jawa. Kerangka ini menimbulkan pelbagai pertanyaan, khususnya mengenai hubungan Islam dan kebudayaan Jawa. Berbagai penelitian lain memperlihatkan bahwa pertanyaan ini tak bisa dijawab secara sederhana. Dan buku Profesor Bambang Pranowo ini menyajikan hasil penelitiannya yang menantang kerangka pengertian Geertz. Ia menunjukkan bahwa "kejawaan" tak dapat dimengerti lepas dari Islam, tetapi bahwa "Islam" memang harus dimengerti benar, dan itu berarti bukan secara skripturalistik anti budaya lokal. Jelaslah, buku ini sangat penting dan dapat merangsang diskursus baru tentang kebudayaan Jawa.”— Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno SJ, Guru Besar STF Driyarkara Jakarta

“Karya Profesor Bambang Pronowo ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman lebih baik tentang berbagai gejala perubahan keagamaan, sosial, budaya, dan politik yang berlangsung di kalangan masyarakat Muslim Jawa. Karena itu, karya ini merupakan a must reading bagi para peneliti, antropolog, sosiolog dan bahkan ahli ilmu politik, dan seterusnya.”— Prof. Dr. Azyumardi Azra, pemikir Muslim terkemuka, penulis lebih dari 20 judul buku tentang Islam

 

PENULIS

PROF. DR. M. BAMBANG PRANOWO adalah pakar Islam Jawa yang sejak 2001 menjabat Staf Ahli Menteri Pertahanan RI bidang sosial, budaya, dan agama. Guru Besar Sosiologi Agama di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini pernah menjabat berbagai posisi penting di Departemen Agama RI: Direktur Penerangan Agama Islam (2000-2001); Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam (1999-2000); Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Islam (1998-1999); Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji (1996-1998); dan Direktur Urusan Penyelenggaraan Haji (1993-1996). Sebelumnya, pada 1980-1991, ia bekerja sebagai staf peneliti di Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).

Pria yang lahir di Magelang pada 27 Agustus 1947 ini menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Perbandingan Agama IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1972. Sedangkan studi master dan doktoralnya ia tempuh di Monash University, Australia, antara tahun 1985-1991. Saat ini, selain mengabdikan diri sebagai Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ia juga mengajar sosiologi dan antropologi pada Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Profesor Bambang aktif menulis beragam topik mengenai kehidupan keagamaan di Indonesia. Tulisannya tersebar di berbagai majalah dan koran nasional. Beberapa di antaranya bahkan dipublikasikan dalam bahasa Inggris di sejumlah jurnal ternama dan buku kumpulan artikel, seperti dalam Arief Budiman (ed.), State and Civil Society in Indonesia (1989); M.C. Ricklefs, Islam in the Indonesian Social Context (1991); Jurnal Penamas (1991); Studia Islamika (1994); serta Jurnal Kultur (2002). Selain itu, ia kerap pula diundang untuk menjadi pembicara di berbagai seminar dan workshop bertaraf nasional dan internasional.

Read More
Cover Shalahuddin al-Ayyubi: Riwayat Hidup, Legenda, dan Imperium Islam Penerbit Alvabet
See Detail

Shalahuddin al-Ayyubi: Riwayat Hidup, Legenda, dan ...

John Man


Price
Rp 70,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Shalahuddin al-Ayyubi—di Barat disebut Saladin—tetap menjadi tokoh paling ikonik pada zamannya. Pemersatu bangsa Arab dan penyelamat Islam dari Tentara Salib di abad ke-12, ia pahlawan terkemuka di dunia Islam. Kukuh menjaga keimanannya dan brilian dalam kepemimpinan, ia memiliki kualitas pribadi yang dikagumi oleh musuh Kristennya. Ia mengerti batas-batas kekerasan, penuh toleransi dan kemurahan hati sehingga banyak orang Eropa melihatnya sebagai contoh ideal sosok kesatria.

Tapi, Saladin lebih dari sekadar pahlawan dalam sejarah. Sosoknya abadi sepanjang hayat, dan menjadi simbol harapan bagi dunia Arab-Islam usai terpecah belah. Berabad-abad setelah kematiannya, di berbagai kotadari Damaskus sampai Kairo dan di luarnya, hingga Semenanjung Arab dan TelukShalahuddin terus jadi simbol ampuh bagi perlawanan agama dan militer terhadap Barat. Sebagai pejuang, pembangun, pelindung kesusastraan, dan teolog, dialah pusat memori Arab dan tipe ideal bagi persatuan negara Islam.

Biografi otoritatif ini menghadirkan sosok Shalahuddin dan dunianya begitu detail dan hidup. Menggambarkan sang tokoh menuju kekuasaan, perjuangannya menyatukan faksi-faksi Muslim yang terus bertikai, dan pertempurannya merebut kembali Yerusalem dan mengusir pengaruh Kristen dari tanah Arab, John Man mengeksplorasi kehidupan, legenda, dan warisan abadi sang pemersatu Islam sambil menarik signifikansinya untuk dunia saat ini.

 

ENDORSEMENT

“Biografi luar biasa dan seperti nyata. Jelas dan kuat pada pokok permasalahan.”Chicago Tribune

“Lebih dari sekadar cerita tokoh, buku ini berisi kisah-kisah pertempuran yang memukau, perselisihan sektarian dan perang saudara... kekuatan, pengkhianatan, dan perlawanan. Membacanya seperti menyaksikan drama politik modern. Biografi pahlawan Muslim yang sangat penting.”Foreword Reviews

“Tak seorang pun dapat diharapkan jadi pencerita atau analis ulung melebihi John Man. Ada sesuatu yang baru dan mengagumkan di setiap halaman.”Simon Sebag Montefiore

“Keahliannya yang sangat memukau dalam bertutur cerita membawa kita seolah berada dalam peristiwa nyata; seolah kita tengah meraba, merasa, mencium, dan menyentuh apa saja yang ia gambarkan.” —Michael Palin

“Buku ini penting bagi siapa saja yang tertarik dengan Perang Salib atau sejarah abad pertengahan. Koleksi yang sangat baik. Tulisan yang sangat mencerahkan.” —Library Journal

“John Man dikenal dalam keahlianya tentang biografi Jenghis Khan. Namun rupanya, ia tak kalah hebat me-ngisahkan tokoh-tokoh lainnya.” —Manhattan Book Review

“Jejak munculnya Sultan Shalahuddin sejak kecil yang sedikit terdokumentasikan di Timur Tengah modern, tumbuh menjadi pemegang kekuasaan pertama di Mesir, dan akhirnya menjadi tokoh paling terkenal sebagai orang yang ‘menendang’ kaum Kristen dari Yerusalem. ... John Man menuliskannya sesuai konteksnya.” —Portland Book Review

“Kadang-kadang, tidak sering, buku yang berfokus pada perang tidak hanya menjelaskan peristiwa masa lalu, tetapi juga terbukti memiliki relevansi yang signifikan pada peristiwa masa sekarang. Begitu pula dengan buku ini.” —InfoDad blog

“Buku yang sangat bagus, memberikan wawasan mengenai pemikiran para pembangun kekhalifahan. Biografi ringkas dan cerdas tentang salah satu orang paling berpengaruh dalam sejarah.” —Counterpunch

“Setiap orang yang akan memahami dasar-dasar Timur Tengah modern wajib membaca buku ini.” —Donovan’s Bookshelf

“Karakter yang menarik. Pembaca buku ini akan men-dapatkan perspektif berharga tentang ketegangan abad ke-21 antara Islam dan Barat.” —Internet Review of Books

“Biografi yang sangat menarik dan informatif, memberikan wawasan yang relevan tentang isu seputar Timur Tengah saat ini.” —Toy Soldier & Model Figure

 

PENULIS

JOHN MAN adalah sejarawan dan travel writer dengan ketertarikan khusus terhadap Islam dan Timur Jauh, termasuk Mongolia. Setelah menyelesaikan studi mengenai Jerman dan Prancis di oxford, ia mengambil dua program kursus pascasarjana: kajian sejarah sains di oxford dan studi bangsa Mongol pada School of Oriental and African Studies di London.

Karyanya, Gobi: Tracking the Desert, adalah buku pertama tentang topik tersebut sejak 1920-an. la juga pengarang buku Atlas of the Year 1000, sebuah potret dunia pada pergantian milenium; Alpha Beta, tentang awal mula alfabet; dan The Gutenberg Revolution, sebuah telaah tentang asal-usul dan dampak percetakan; The Great Wall, buku mengenai situs keajaiban dunia di China, Tembok Besar; dan Terracotta Army, kisah ihwal situs arkeologis pasukan penjaga makam keramat Kaisar Pertama China. Selain Kublai Khan, John menulis pula Genghis Khan dan Attila the Hun—ketiganya adalah buku mengenai biografi tokoh-tokoh legendaris dalam sejarah kekaisaran kuno

Berkat karya-karya itu, John Man dengan cepat menjadi salah satu sejarawan dunia yang tulisannya paling banyak dibaca. Ia tinggal di London.

Read More
Cover Chiefdom Madinah: Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awal Islam Penerbit Alvabet
See Detail

Chiefdom Madinah: Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awa ...

Dr. Abdul Aziz, MA


Price
Rp 99,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Para pemikir dan aktivis Islam politik meyakini bahwa pengorganisasian masyarakat Muslim Arab di Madinah pada masa Rasulullah saw dan Khulafair Rasyidun merupakan wujud Negara Islam. Keyakinan ini sejatinya lebih didasarkan pada pemahaman normatif-ideologis—ketimbang historis-sosiologis—atas sejarah Islam awal. Tak pelak, pemahaman ini menempatkan Negara Islam pada posisi sakral, bahkan dianggap tipe ideal bentuk negara yang wajib dibangun kembali oleh umat Islam dewasa ini.

Buku ini menawarkan pandangan baru yang sangat kritis untuk menguji kesahihan keyakinan tersebut. Dengan pendekatan dan metode interpretasi historis-sosiologis, penulisnya memaparkan secara proporsional kontribusi Islam dan tradisi Arab (jahiliah) bagi pembentukan negara (state formation) pada masa-masa awal. Pandangan baru ini membuka ruang pemahaman yang lebih mendekati realitas sebenarnya atas kehidupan masyarakat Muslim Arab masa itu.

Alhasil, penulis menyimpulkan bahwa pengorganisasian kekuasaan pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin bukanlah wujud (final) Negara Islam, melainkan baru sebatas “Chiefdom Madinah”, yakni sebentuk pranata kekuasaan terpusat pra-negara (pre-state) yang jadi sumbu tata kelola masyarakat di Madinah dan wilayah taklukannya. Pengorganisasian kekuasaan pada masa itu menyerap banyak elemen sosial-budaya setempat, bersifat sementara, ad hoc, dan belum menampakkan bentuknya yang matang, di mana Islam dan tradisi Arab jahiliah sama-sama memberi andil bagi Chiefdom Madinah.

ENDORSEMENT

“Studi tentang Negara Madinah tak pernah habis-habisnya dikaji. Berbagai pendekatan telah dilakukan, ada yang bersifat kritis-historis, ada pula yang bersifat teologis-normatif. Adakah Negara Madinah itu sebuah doktrin teologis yang bersifat finalistis ataukah eksperimentasi sejarah yang bersifat kondisional? Buku ini menarik dimiliki dan dibaca, Saudara Abdul Aziz menyajikan hasil penelitian ilmiahnya seputar proses pembentukan Negara Madinah yang sangat kaya dengan inspirasi, aspirasi, dan nilai-nilai bagi pembentukan negara modern.”—Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

“Buku ini merupakan hasil kajian yang sangat penting bagi khazanah politik Islam, khususnya dalam konteks Indonesia yang sesekali masih berlangsung tarik-menarik antara negara agama dan negara sekuler.”—Prof. Dr. M. Bambang Pranowo, Guru Besar Sosiologi Agama

 

PENULIS

ABDUL AZIZ bin Ahmad Junaidi (lahir di Cianjur pada 24 September 1954) adalah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI masa bakti 2007-2012. Sebelumnya, karier kerjanya di Departemen Agama RI pun sangat gemilang. Berbagai posisi penting pernah ia jabat, antara lain sebagai Direktur Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (Ditmapenda), Ditjen Bagais (2002-2005); Direktur Direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren (Ditpekapontren), Ditjen Bagais (2001-2002); Direktur Direktorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum Negeri (Ditbinpaisun), Ditjen Binbaga (2000-2001); dan Sekretaris Ditjen Binbaga (2000).

Di organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, kiprahnya tak kalah hebat. Mantan Sekretaris Bidang Kekaderan PB PMII (1974-1977) ini pada 2005-2010 menjabat sebagai Ketua PBNU, setelah sebelumnya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PBNU (2000-2005), Dewan Pembina PP GP Ansor (1995-2000), Ketua PP GP Ansor (1990-1995), Ketua DPP KNPI (1987-1990), dan Sekretaris Jenderal PP GP Ansor (1985-1990).

Alumni Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Arab, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1981), ini meraih gelar MA dari Department of Anthropology and Sociology, Monash University, Australia (1992), serta menuntaskan studi doktoralnya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2007). Mantan Ketua Dewan Redaksi Jurnal Penamas (1994-1996) ini telah menulis banyak buku, antara lain Varian-Varian Fundamentalisme Islam di Indonesia (2004), Esai-Esai Sosiologi Agama (2003), serta Islam dan Masyarakat Betawi (1998). Beragam artikelnya juga dimuat di jurnal Penamas dan Dialog rentang masa 1986-1996 serta di jurnal Harmoni dan Edukasi sepanjang 2005-2006.

Read More
Cover 1453; Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim Penerbit Alvabet
See Detail

1453; Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tanga ...

Roger Crowley


Price
Rp 85,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Selama lebih dari seribu tahun, Konstantinopel adalah pusat dunia Barat sekaligus pertahanan Kristen terhadap Islam. Selama itu pula kota ini tak lepas dari ancaman, namun selalu selamat dari penyerangan rata-rata setiap empat puluh tahun. Hingga akhirnya, sultan Usmani, Mehmet II, pemuda 21 tahun yang haus keagungan, berhasil melewati tembok pertahanan kota dengan bala tentaranya yang sangat besar. Berbekal persenjataan baru nan canggih, pada April 1453, sebanyak 80.000 pasukan Muslim memulai serangan mereka terhadap 8.000 pasukan Kristen di bawah pimpinan Konstantin XI, kaisar Byzantium ke-57. Konstantinopel akhirnya jatuh, menandai tersungkurnya kekuasaan Byzantium dan berakhirnya dunia Abad Tengah. Seperti apakah pertempuran dramatis yang berlangsung selama lima puluh lima hari itu?

Dengan riset sempurna, buku yang ditulis dengan gaya penceritaan novel ini mengisahkan peristiwa besar dalam sejarah dunia yang terlupakan: jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Muslim Turki Usmani pada 1453. Buku ini sekaligus menampilkan kontestasi dua tokoh inspirasional, Sultan Mehmet II dan Kaisar Konstantin XI, yang berjuang demi keyakinan agama dan kekaisaran. Lebih dari itu, inilah kisah tentang momentum dan mata rantai kunci berbagai peristiwa penting dalam sejarah dunia yang mengantarkan Timur Tengah menuju dunia modern.

***

“Tak berlebihan, buku ini mampu mengisahkan peristiwa besar dalam sejarah tentang kota Kristen yang jatuh ke tangan bangsa muslim. Penulis buku ini menuturkan kisah tersebut dengan gaya penceritaan novel. Tak pelak, buku ini bisa tampil dengan memikat.”

—N. Mursidi, Koran Jakarta

“Membaca buku sejarah yang ditulis Roger Crowley ini seperti membaca sebuah novel. Dengan bahasa yang mengalir dan penuh metafora, deskripsi latar, alur, dan penokohan cerita sejarah disajikan secara detail dan gamblang. Ketika membacanya, saya seakan-akan benar-benar menyaksikan secara langsung rentetan peristiwa yang dipaparkan di dalamnya.”

—Muhammad Rajab, Okezone.com

“Kelebihan buku ini terletak pada kelihaian penulisnya dalam menggambarkan karakter para tokohnya dengan sangat rinci. Dituturkan pula kehadapan pembaca seni perang pengepungan, taktik perang samudra, mitos—dan takhayul yang menyelubungi dilakukannya pengepungan terhadap Konstantinopel.”

—Muhammad el-Rumi as-Shofa, Harian Radar Surabaya

“Karya Roger Crowley ini berhasil membangun versi cerita yang begitu memikat tentang penaklukan Konstantinopel. Selama ini, peristiwa berdarah itu diceritakan para sejarawan berdasarkan asumsi terkait detail dan pertentangan di antara dua kubu yang berseteru. Karena itu, Roger berusaha menjauhkan kata “barangkali”, “mungkin saja”, “bisa jadi”, dan istilah sejenisnya.”

—Mohamad Asrori Mulky, GATRA

PENULIS

ROGER CROWLEY (lahir pada 1951 di Inggris) adalah lulusan Cambridge University. Usai menuntaskan sekolah dasar dan menengah, ia menghabiskan masa musim panas di Yunani untuk membuat barang tembikar. Setamat dari universitas, anak dari keluarga angkatan laut ini hijrah ke Istanbul dan mengembangkan minat yang besar pada sejarah Turki: selama bertahun-tahun, ia bertualang ke seluruh kawasan Mediterania dan mendalami pengetahuan geografi dan masa lalu wilayah ini. Beberapa tahun terakhir, ia melakukan perjalanan kembali ke daerah-daerah berbahasa Yunani, termasuk dua kali kunjungan ke Gunung Athos, rumah spiritual dalam tradisi Byzantium. Alhasil, muncullah karya pertamanya, buku ini: 1453 (2005). Ia juga menulis Empires of the Sea (2008), kisah lanjutan dari sejarah dramatis tentang kontes besar abad ke-16 antara dinasti Usmani dan dinasti Hapsburg untuk mengendalikan Mediterania.

Roger Crowley kerap menjadi narasumber tentang kekaisaran di kawasan Mediterania, antara lain untuk program In Our Time di BBC, Pusat Analisis Naval di Washington, NATO, dan Hay Festival. Baru-baru ini, ia memberi andil untuk serial televisi yang bertajuk “Usmani versus Kristen: Benturan Peradaban di Eropa Abad ke-16. Kini, ia tinggal di Inggris, di kawasan perdesaan Gloucestershire.

Read More
Cover Merumuskan Ulang Jaminan Sosial: Kembali ke Prinsip-Prinsip Dasar Penerbit Alvabet
See Detail

Merumuskan Ulang Jaminan Sosial: Kembali ke Prinsi ...

Vladimir Rys


Price
Rp 85,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Buku ini ditulis untuk membela integritas lembaga jaminan sosial terkait program perlindungan sosial. Dalam buku yang menggugah pemikiran ini, Vladimir Rys berpandangan bahwa kecenderungan ke arah kaburnya peran jaminan sosial dan bantuan sosial harus diperjelas kembali.

Sebelum terjadi krisis keuangan baru-baru ini, tren global perlindungan sosial dalam masyarakat industri menunjukkan semakin meningkatnya ketidakterikatan negara untuk mendukung program-program perlindungan sosial melalui dana pajak. Kecenderungan ini menjadikan negara gagal menjamin warganya untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar mereka secara layak.

Bermodal pengalaman internasional yang panjang di bidang jaminan sosial, Vladimir Rys menganjurkan agar penyelenggaraan jaminan sosial kembali kepada prinsip-prinsip dasar, misalnya dengan mengurangi besaran redistribusi pendapatan, meningkatkan transparansi arus uang, dan mengembangkan saluran informasi bagi warga. Ia juga mengingatkan terkait hal-hal yang mesti dijaga dalam perekonomian nasional untuk membentengi lembaga-lembaga jaminan sosial dari terpaan badai ekonomi di masa depan.

Buku ini sangat menarik dan penting terutama bagi para mahasiswa, peneliti, dosen, pembuat kebijakan, aktivis sosial, kalangan profesional yang berurusan dengan lembaga jaminan sosial, serta kelompok masyarakat sipil sekalipun.

 

PENULIS

VLADIMIR RYS lahir pada 1928 di negara yang dulu dikenal sebagai Cekoslowakia. Setelah kudeta komunis pada 1948, ia menghentikan kuliahnya di Charles University, Praha, lalu pindah ke Inggris. Setelah bekerja selama beberapa waktu, ia mendapat beasiswa untuk belajar sosiologi di London School of Economics and Political Science (LSE). Dari sini, ia melanjutkan studi doktoralnya ke Sorbonne, menulis disertasi yang membandingkan jaminan sosial di Prancis dan Inggris. Kembali ke LSE pada 1958, ia bekerja sebagai asisten peneliti senior untuk Profesor R.M. Titmuss.

Pada 1960, Rys menjadi staf di International Social Security Association (ISSA) di Jenewa. Dia bertanggung jawab atas kegiatan riset dan dokumentasi pada lembaga dunia di bidang administrasi jaminan sosial ini. Pada 1975, Rys diangkat menjadi Sekretaris Jenderal ISSA.

diterbitkan di Swiss pada 1999. Saat ini, fokus , Setelah pensiun pada 1990, dia kembali terjun ke dunia akademis dalam suatu studi sosiologis yang terutama diperuntukkan bagi perbaikan jaminan sosial di Eropa Tengah. Kegiatan ini meliputi tugas-tugas mengajar jangka pendek di Charles University, menjadi salah satu pemimpin pusat studi di Universitas Jenewa, dan memberikan presentasi di berbagai organisasi profesi. Kajiannya tentang perbaikan jaminan sosial di Republik Ceko, penelitiannya tertuju pada masalah jaminan sosial di tingkat dunia.

Read More
Cover Sang Rubah Salju : Epos Mengagumkan tentang Perempuan Penggiat Revolusi Penerbit Alvabet
See Detail

Sang Rubah Salju : Epos Mengagumkan tentang Peremp ...

Simon Montefiore


Price
Rp 89,900,-
Synopsis

SINOPSIS

Musim Dingin, 1916: Di St Petersburg, Rusia di ambang revolusi. Di luar Institut Smolny untuk Putri Bangsawan, seorang pengasuh tengah menunggu putri tuannya untuk dijemput pulang dari sekolah. Gawatnya, begitu pula polisi rahasia Tsar...

Kala itu telah berusia 16 tahun, Sashenka Zeitlin telah berubah menjadi gadis cantik dan keras kepala. Seperti ibunya yang berpesta dengan Rasputin dan teman-temannya yang galau, Sashenka kerap menyelinap ke tengah malam yang dingin untuk menjalani perannya sebagai kurir revolusi dalam suatu permainan konspirasi yang sangat berbahaya.

Dua puluh tahun kemudian. Sashenka adalah istri seorang suami yang berkuasa di pentas politik, seorang pejabat partai; bapak dari dua anaknya. Dalam suasana politik setelah Revolusi Oktober, orang-orang terdekatnya lenyap entah ke mana, namun keluarganya sendiri aman. Tetapi, jalinan cintanya dengan seorang penulis—seorang mata-mata politik, barangkali—mengantarkannya menuju kehancuran: pribadi, karier politik, bahkan keluarganya.

Selama setengah abad lebih, kisah Sashenka tertutup rapat, hingga kemudian seorang sejarawan muda berhasil menelusuri arsip pribadi Stalin dan mengungkap sebuah cerita memilukan tentang hasrat dan pengkhianatan, kekejaman dan heroisme, sejarah dan penyelamatan: perihal seorang perempuan yang dipaksa mengambil pilihan sulit.

 

ENDORSEMENT

“Cerita yang benar-benar… menggambarkan atmosfer suatu masa yang otentik. Benar-benar indah, sungguh menggugah, enak dibaca, dan sangat nyata.”—Joanne Harris, pengarang Chocolat

”Plot yang cerdas dengan karakter yang hidup. Tikungan plot yang berjalin-kelindan, narasi cerita yang mengejutkan, perpisahan keluarga yang menguras air mata, dan semuanya... memaksa Anda terus membacanya tanpa henti hingga akhir halaman.”—Sunday Times

“Sangat memikat! Cerita detektif dengan sentuhan epik film Hollywood. Montefiore adalah penutur ulung yang meramu pengetahuan ensiklopedisnya tentang sejarah Rusia ke dalam bahasa yang berkilau-kilau bagaikan es di St Petersburg.”—Washington Post

“Sangat mengharukan dan menggugah, klimaksnya tak terlupakan, menyentuh hati paling keras sekalipun.”—Jung Chang, pengarang Wild Swans

PENULIS

Simon Montefiore (lahir pada 1965) adalah se­jarawan terkemuka asal Inggris. Anggota Royal Society of Literature, organisasi kesusas­traan tertua di Inggris, ini menekuni studi sejarah di Gonville & Caius College, Cambridge University.

Buah pikiran Montefiore mewujud dalam buku-buku bestseller dunia yang terbit dalam 35 bahasa le­bih. Tiga dari tujuh karyanya sukses me­­me­­nangi ber­bagai penghargaan bergengsi: Catherine the Great & Potemkinadalah nominator Samuel Johnson Prize, Duff Cooper Prize, dan Marsh Biography Prize; Young Stalin (Stalin Muda) memenangi Bruno Kreisky Prize for Political Literature (Austria), Costa Biography Prize (UK), LA Times Book Prize for Biography (US), dan Le Grand Prix de la Biographie Politique (Prancis); sementara Stalin: the Court of the Red Tsar (Stalin: Kisah-Kisah yang Tak Terungkap) meraih History Book of the Year dari British Book Awards serta Book of the Year dari belasan media massa ternama di Barat.

Karya Montefiore lainnya yang juga mengekspose riwayat tokoh-tokoh tenar dalam sejarah yaitu 101 World Heroes dan Monsters, dua buku yang saling berseberangan dalam hal isi: yang pertama perihal tokoh pahlawan, dan yang kedua tentang tokoh jahat dalam sejarah. Selain mengekspose riwayat tokoh besar dalam sejarah, Montefiore juga menulis Jerusalem: the Biography, buku sejarah mengenai kota terpenting di Timur Tengah.

 

 

Read More
Cover Kota Kaum Cadar Penerbit Alvabet
See Detail

Kota Kaum Cadar

Zoe Ferraris


Price
Rp 88,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Di sebuah pantai di Jeddah, Arab Saudi, seorang wanita ditemukan tak bernyawa dengan tubuh penuh luka. Di saat yang sama, Detektif Osama tengah menyelidiki pembunuhan misterius lainnya. Katya Hijazi, petugas laboratorium, segera tahu bahwa wanita naas itu adalah Laila Nawar, pembuat film yang banyak mengangkat tema kemunafikan agama dan seksualitas. Dibantu temannya, Nayir Syarqi, Katya bertekad mengungkap misteri kematian Laila.

Sementara itu, Miriam Walker berjuang mengusir rasa khawatir kala suaminya, Eric, tiba-tiba menghilang. Sebagai ekspatriat Amerika di Jeddah, berurusan dengan polisi sungguh tak nyaman. Tetapi, ketika Nayir dan Katya menanyakan ihwal hubungan suaminya dengan Laila, ia sadar bahwa suaminya mungkin terlibat kejahatan. Berusaha menemukan dan membuktikan suaminya tak bersalah, Miriam membawa dirinya ke jalur berbahaya.

Kota Kaum Cadar adalah novel detektif yang mengungkap kasus misterius di sebuah kota di mana selubung kepala kaum konservatif menjadikan para wanita tak tampak identitasnya. Dengan plot ciamik yang sarat misteri dan ketegangan, Zoë Ferraris menjelajahi kompleksitas dan kontradiksi kehidupan di Jeddah—kota yang terjebak di antara perannya sebagai gerbang suci menuju Mekkah dan sebagai kota kosmopolitan yang kian liberal.

 

 

ENDORSEMENT:

“Zoë Ferraris seorang penulis berbakat. Karakter-karakternya dalam novel ini begitu memikat dan benar-benar menonjol.” —Diane White, Boston Globe

“Karya yang luar biasa. Ferraris menunjukkan otoritas naluriahnya sebagai pendongeng ulung.” —David Corbett, penulis Do They Know I'm Running?

“Cerdas dan benar-benar menghibur.... Ferraris menciptakan ketegangan di setiap halaman buku ini.” —Sarah Weinman, Salon.com

“Menarik, penuh wawasan, dan sangat seimbang dalam memandang dan menampilkan budaya Arab.” —Jenny White, penulis The Winter Thief

“Zoë Ferraris menyuguhkan The Da Vinci Code versi muslim. Saya sangat menyukainya!” —Ranya Tabari Idliby, penulis The Faith Club

“Ferraris mahir menangkap nuansa budaya Arab Saudi dan perempuan, serta cerdas dalam mengekspos konflik antara tradisi dan ambisi.” —Mahbod Seraji, penulis Rooftops of Tehran

“Mencengkeram, kisah pembunuhan dan pencarian keadilan dalam masyarakat kuno.” —Kathleen Kent, penulis The Heretic’s Daughter

“Novel thriller yang intens dan bijaksana.” —Kate Furnivall, penulis The Girl from Junchow

“Ferraris adalah salah satu ‘suara’ baru dalam karya fiksi thriller.” —Michael Koryta, penulis So Cold the River

“Budaya jilbab di Arab Saudi.... Ferraris menuturkannya dengan mengasyikkan.” —Cara Black, penulis Murder in the Latin Quarter

“Untuk wisatawan yang ingin belajar tentang budaya Arab secara jarak jauh.” —Malena Watrous, San Francisco Chronicle

“Setiap detail dari novel ini sangat menarik.... Sebuah sastra misteri yang memukau, detail, bahkan mengharukan hingga halaman terakhir.” —Barbara Dickinson, Roanoke Times

“Tampak sensitif pada kehidupan di kota Jeddah. Novel ini memiliki rasa yang kuat perihal kota setempat.” —Owen Hill, Los Angeles Times

“Sebuah thriller sastra yang memikat. Ferraris membuat kita terus menebak-nebak sampai akhir, dan sepanjang kita membaca, memberikan jendela untuk melihat suatu budaya yang menarik.” —Donna Marchetti, Cleveland.com

“Ferraris menggunakan pengetahuan tangan pertama untuk menulis buku yang membuka dunia tertutup.” —Nina Sankovitch, Huffington Post

“Buku menakjubkan yang menggambarkan tidak hanya tentang kematian yang aneh tapi juga ihwal kehidupan sehari-hari di Arab Saudi.” —Peter Kemp, The Sunday Times

“Benar-benar orisinal! Karya fiksi tentang kejahatan modern yang sangat baik.” —Joan Smith, The Independent

“Plotnya sungguh mendebarkan, dengan banyak liku-liku. Tetapi, yang membuat novel ini benar-benar luar biasa adalah penggambaran yang sarat pengetahuan dan sensitif tentang tempat di mana agama [telah] digunakan sebagai instrumen yang tumpul.” —Laura Wilson, The Guardian

 

PENULIS

Zoe Ferraris pindah ke Arab Saudi setelah Perang Teluk I, bersama suami dan keluarga besar Baduinya yang berdarah Arab Saudi-Palestina, yang belum pernah menyambut orang Amerika ke dalam kehidupan mereka sebelumnya. Dia memperoleh gelar MFA dari Columbia University. Dan saat ini tinggal di San Francisco.

Novel pertamanya, Mencari Nouf, telah memenangkan Los Angeles Times Book Award, dan masuk dalam 10 Best Novels of Spring versi The Independent, serta telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 negara.

 

 

 

Read More
Cover Panduan Mengatasi Stres bagi Remaja Penerbit Alvabet
See Detail

Panduan Mengatasi Stres bagi Remaja

Nicola Morgan


Price
Rp 55,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Masa remaja merupakan masa transisi yang sangat rentan dengan stres. Berbagai tekanan mental dan fisik dapat bertubi-tubi menyerang, dari tekanan akibat ujian sekolah, perubahan tubuh, pergaulan sosial, media sosial dan cyber-bullying, hingga depresi dan kegelisahan. Namun, kaum remaja tak usah khawatir. Sebab, Nicola Morgan, seorang ahli stres pada remaja, menawarkan strategi brilian untuk mencegah dan menangani berbagai tekanan eksternal yang mereka hadapi, juga masalah remaja lainnya.

Panduan Mengatasi Stres bagi Remaja adalah panduan komprehensif yang menyuguhkan solusi jitu untuk memberdayakan kaum remaja dan membekali mereka untuk mampu mengendalikan kesehatan mental mereka. Ditulis oleh seorang pembicara internasional yang ahli dalam menangani problem remaja, buku yang penuh simpati ini sangat membantu kaum remaja—dan orang dewasa yang peduli dengan mereka—untuk menenteramkan hati mereka dan meyakinkan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi semua tekanan itu; dan bahwa mereka juga dapat mengusir stres dengan mudah.

ENDORSEMENT

“Nicola Morgan memiliki karunia langka. Ia bisa berkomunikasi dengan ilmu pengetahuan dan membuatnya menjadi menyenangkan. Buku ini hasilnya.”—Prof. Simon Baron-Cohen, Cambridge University

“Bacaan penting bagi remaja dan orang dewasa yang peduli terhadap pertumbuhan mental para remaja”—Amazon.com

“Inilah buku yang saya harapkan dapat saya miliki ketika saya masih remaja, dan saya yakin banyak teman-teman saya juga demikian.”—Jenny, Wondrousreads.com

PENULIS

Nicola Morgan, lahir pada 1961 di sebuah asrama sekolah anak laki-laki ketika orangtuanya bekerja, adalah penulis ternama asal Skotlandia, dikenal berkat novelnya, Mondays are Red (2002). Selain penulis produktif, ia juga pembicara internasional untuk masalah-masalah remaja.

Pada 1999, Nicola Morgan telah menerbitkan puluhan buku laris bertema home-learning. Sebelas tahun kemudian, pada 2010, ia telah menerbitkan sembilan novel, semuanya—kecuali satu—untuk remaja, dan lima buku non-fiksi, termasuk yang diakui dunia internasional yakni Blame My Brain. Sementara itu, kurang-lebih 100 artikelnya, kebanyakan tentang kesehatan dan pendidikan, juga dipublikasikan di berbagai majalah ternama.

Di bidang kepenulisan, banyak penghargaan telah ia terima, terutama Scottish Children’s Book of the Year  (dua kali); nominasi Carnegie Medal; pemenang penghargaan RED; pemenang penghargaan Coventry; runner-up North East Book Award; American Library Association Best Books for Young Adults; terpilih dalam Aventis Prize for Science; dan banyak lainnya.

Seusai lulus dari Cambridge University pada 1982, Nicola menajadi guru bahasa Inggris di London, dan lalu mengkhususkan diri pada disleksia, hingga kemudian menjadi Duta untuk Disleksia di Skotlandia. Pendiri Complementary World Book Night ini menjadi Ketua The Society of Authors di Skotlandia pada 2006-2009, dan sering tampil di Edinburgh International Book Festival. Kini, ia menjadi pengurus Society of Authors Children’s Writers and Illustrators’ Group.

Read More
Cover Dua Wajah Dua Cinta: Novel Cinta yang Mengaduk-aduk Emosi Penerbit Alvabet
See Detail

Dua Wajah Dua Cinta: Novel Cinta yang Mengaduk-adu ...

Abhie Albahar


Price
Rp 52,500,-
Synopsis

SINOPSIS

Dua perempuan berebut lelaki yang dicintai tentu sudah biasa. Tetapi, bagaimana jika hal itu terjadi antara ibu dan menantu perempuannya? Sang ibu, begitu cintanya, tak ingin kehilangan sang anak meskipun anaknya sudah beristri. Di sisi lain, sang menantu (istri) merasa lebih berhak mencintai karena baginya itulah bakti terbesar terhadap suami. Masing-masing pihak merasa lebih berhak dan benar sendiri, tak memberi ruang bagi yang lain untuk mencintai si lelaki. Persoalan semakin rumit, dilematis, menegangkan, dan membahayakan manakala sang ibu kerap berhalusinasi, tak mampu membedakan antara dunia nyata dan gaib.

Inilah novel ciamik tentang rasa cinta yang kelewat posesif dan over protektif. Penulis sangat cemerlang mengarang cerita, dengan alur memukau dan ujung cerita yang tak mudah tertebak. Dengan plot yang tertata rapi, penulis membawa, menghanyutkan, dan mengaduk-aduk emosi kita; antara miris, geram, simpati, empati, haru, dan penasaran, dengan karakter para tokoh yang terlibat konflik di dalamnya. Akhirnya, kita tidak akan bisa menyimpulkan atau menilai siapa yang benar dan salah sebelum kita benar-benar membacanya hingga tamat.

ENDORSEMENT

“Novel yang mengisahkan konflik batin seorang ibu, anak, dan menantu. Membacanya membuat kita merenungi arti cinta, dan bagaimana menyikapinya. Emosional dan penuh linangan air mata.”

—Ali Zainal, artis sinetron dan film

“Sebuah novel tentang wanita sebagai istri dan ibu. Menyimpan kejutan tidak terduga, dan benar-benar BEDA.”

—Chand Parwez Servia, produser Starvision Plus.

“Tidak ada kata-kata yang tepat atau cukup untuk menyatakan kekaguman pada novel ini. Cerita yang mantap. Dengan jeli dan menarik, Abhie menggambarkan wanita yang kelebihan cinta; dan salah. Kita bisa belajar banyak darinya.”

—Jajang C Noer, seniman

“Cerita yang mengharukan. Sangat pas dibaca oleh mereka yang sudah dan akan berumah tangga. Novel ini memberi pesan bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk mencintai sekalipun.”

—Icha Anisa, artis sinetron dan film

“Kisah yang sangat inspiratif dan realis. Membaca novel ini, Anda akan tahu apa yang harus Anda lakukan ketika dihadapkan pada dua pilihan sulit. Sebuah kisah tentang cinta seorang ibu yang mengharapkan perhatian dan kasih sayang lebih dari anaknya dan tak ingin kehilangan anaknya.”

—Rico Verald, artis sinetron laga

PENULIS

Lahir dengan nama lengkap Abhiezar Albahar, 18 April 1988. Anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan alm. Bapak Ahmad Dzubair dan Ibu Masanah. Sejak kecil ia memang sudah hobi menulis. Meskipun begitu, citacitanya sangat sederhana sekali, yaitu ingin menjadi seorang petani. Hal itu karena, dari kecil, alm. bapaknya melarangnya turun ke sawah. Keinginan untuk menjadi seorang petani itu pun terus tumbuh. Namun demikian, demi mewujudkan impian alm. Bapak dan kedua neneknya yang ingin melihatnya menjadi seorang penulis, ia pun berusaha mewujudkan impian tersebut.

Alhasil, kurang lebih 340 judul FTV (300 judul FTV Sinema Pintu Taubat/Sinema Indonesia Indosiar) dan beberapa judul sinetron striping pernah ia tulis dan menghiasi layar kaca televisi di Indonesia. Di antaranya Islam KTP, Air Mata Ummi, Perempuan Pembawa Berkah, Kami Rindu Ayah dan lain-lain. Ia juga menulis beberapa judul FTV romcom di SCTV, seperti: Cowok Ganteng Penjaga Kandang Ayam, Keciduk Cinta Penjual Ayam Bakar, Kecantol Cinta si Manis Rocker, Rebutan Cinta si Tukang Dodol, Ketabrak Cinta Tukang Sayur Ganteng, Bos Ganteng jadi Marbot, Ratu Jengkol Mabuk Cinta, Tukang Pete Kesandung Cinta, Aroma Cinta Tukang Martabak, Resep Rahasia Gado-Gado Cinta dan lain-lain. Sampai saat ini pun ia masih aktif menulis naskah FTV Sinema Pintu Taubat/Sinema Indonesia dan FTV di SCTV, sinetron striping, dan novel.

Read More
Cover Gilkey si Pencuri Buku : Kisah Memukau tentang Seorang Pencuri, Detektif Amatir, dan Obsesi Mereka pada Dunia Kesusastraan Penerbit Alvabet
See Detail

Gilkey si Pencuri Buku : Kisah Memukau tentang Seo ...

Allison Hoover Bartlett


Price
Rp 59,000,-
Synopsis

SINOPSIS

Apa yang sanggup kaulakukan demi cintamu pada buku?

Bagi John Charles Gilkey, jawabannya: masuk penjara.

Gilkey, si pencuri buku yang tak pernah bertobat, telah mencuri buku-buku langka dari seluruh penjuru negeri. Namun, tak seperti kebanyakan pencuri yang mencuri demi keuntungan, Gilkey mencuri demi cinta: cinta pada buku. Barangkali, sama obsesifnya dengan Gilkey adalah Ken Sanders, seseorang yang menyebut dirinya “bibliodick” (penjual buku yang merangkap sebagai detektif) dan sangat ingin menangkap si pencuri. Sanders—seumur hidup menjadi kolektor dan penjual buku langka berubah menjadi detektif amatir—tak akan berhenti memburu si pencuri yang mengacaukan perdagangannya.

Mengikuti kedua karakter eksentrik ini, jurnalis Allison Hoover Bartlett terjun ke dalam gairah dunia buku yang fanatis, hingga akhirnya mendapati dirinya terjebak di antara orang-orang yang tertarik menemukan harta kekayaan yang dicuri Gilkey dan seorang lelaki yang ingin tetap menyembunyikan harta kekayaan itu: sang pencuri itu sendiri. Dengan perpaduan ketegangan, wawasan, dan humor, Bartlett merangkai permainan kejar-kejaran ala kucing dan tikus menjadi narasi yang sangat memukau dan memacu adrenalin: tidak saja menunjukkan bagaimana Gilkey melakukan kejahatannya dan bagaimana Sanders akhirnya menangkapnya, tapi juga mengeksplorasi romansa buku, keinginan untuk mengoleksinya, dan godaan untuk mencurinya. Semua kolektor punya cerita tentang bagaimana mereka bisa jatuh cinta pada buku, begitu juga dengan Gilkey dan Sanders. Dan, Bartlett meletakkan cerita mereka ke dalam konteks yang lebih besar dari gairah terhadap buku, pengoleksian, dan pencurian selama berabad-abad.

Mengantarkan pembaca ke dalam dunia obsesi kesusastraan yang luas dan kaya, Gilkey Si Pencuri Buku menunjukkan peran besar buku dalam kehidupan kita, penghormatan yang menjadikan buku-buku itu tetap dipertahankan, dan keinginan yang membuat sebagian orang mempertaruhkan apa saja demi memiliki buku yang mereka sukai.

ENDORSEMENT

“Buku ini mengejutkan saya. Saya membaca paragraf pertama dan langsung terserap. Narasinya memukau….” —Erik Larson, penulis laris The Devil in the White City

"John Gilkey ingin memiliki perpustakaan orang kaya dengan cara paling buruk: mencuri. Gilkey Si Pencuri Buku adalah kisah memikat mengenai seniman penipu yang gila dan tentang tipuan-kartu-kreditnya. Buku ini juga merupakan perenungan akan pentingnya mengoleksi buku dan pengenalan yang dahsyat ke dunia para penjual buku antik.”—Michael Dirda, kritikus buku pemenang Pulitzer Prize dan penulis Classics for Pleasure

"Allison Hoover Bartlett menulis buku yang sangat cermat dan menarik tentang seorang pencuri buku dan sang detektif gigih yang mengikutinya selama bertahun-tahun dan akhirnya berhasil menangkap sang pencuri. Buku ini lebih menarik lagi khususnya bagi mereka yang menjual buku-buku kuno, yang berutang banyak pada kegigihan Ken Sanders. Bacaan yang bagus.” —Larry McMurtry, penulis bestseller Books: A Memoirdan pemenang Pulitser Prize Lonesome Dove

"Dengan detail yang amat teliti, humor jenaka, dan plot yang menggetarkan, narasi Bartlett menarik saya jauh ke dunia obsesif seorang pencuri buku dan sang pengedar buku yang akan menghentikannya. Buku ini adalah eksplorasi yang memukau tentang mengapa orang begitu mencintai buku. Jika Anda menyukai The Orchid Thief, Anda akan menyukai Gilkey Si Pencuri Buku."—Julia Flynn Siler, penulis The House of Mondavi

“Cerita Bartlett mengenai intrik sastra membuat Anda jatuh cinta lagi dan lagi pada buku. Dari deskripsinya yang memukau mengenai manuskrip-manuskrip hingga penggambarannya tentang seorang lelaki yang terobsesi terlalu jauh, kisah dalam buku ini akan membuat Anda berhasrat membaca lebih banyak lagi.” —Julia Scheeres, penulis Jesus Land

“Dalam bacaan hebat mengenai obsesi seorang kolektor yang salah arah, Bartlett memberi kita kilasan-kilasan menarik berbagai buku langka dunia, pikiran kriminal dan batasan-batasan keterlibatan jurnalistik. Siapa pun yang tak bisa menahan diri untuk masuk ke toko buku-bekas ketika lewat di depannya akan menyukai buku ini.”—Lynn H. Nicholas, penulis The Rape of Europa

“Sebuah perjalanan menarik ke dunia obsesif yang aneh di mana kecintaan pada buku kadang-kadang bisa menjadi daya tarik yang fatal.” —Simon Worrall, penulis The Poet and the Murderer

PENULIS

Allison Hoover Bartlett telah menulis dalam berbagai topik, termasuk mengenai perjalanan, seni, ilmu pengetahuan dan pendidikan, untuk New York Times, Washington Post, Salon.com, San Francisco Chronicle Magazine, San Francisco Magazine, dan media-media lainnya. Artikelnya mengenai John Gilkey dimasukkan dalam Best American Crime Reporting 2007.

Bartlett adalah seorang anggota pendiri kelompok menulis North 24th dan bekerja di San Francisco Writers' Grotto, sebuah studio kolektif. Bartlett menyandang B.A. dalam sastra Inggris daro UC Santa Barbara dan tinggal di San Francisco bersama suami dan kedua anaknya.

Read More