Books By Category Budaya


Categories

Publishers

Cover Membangun Pariwisata dari Bawah UGM Press
See Detail

Membangun Pariwisata dari Bawah

Janianton Damanik, dkk


Price
Rp 43,500,-
Synopsis

Terminologi desa wisata (tourism village) jarang ditemukan di dalam literature. Para ahli mengakui kebingungan mengartikannya dengan mengaitkan sejumlah aktivitas pariwisata yang berkembang di daerah pedesaan (Parekh, 2010; Page dan Getz, 1997:4). Desa wisata dapat diartikan sebagai desa secara sengaja dibangun – atau secara alami memiliki kemampuan – untuk menarik kunjungan wisatawan karena ketersediaan potensi atraksi alam dan budayanya. Konsep yang digunakan perencana pembangunan pariwisata pedesaan di Indonesia adalah bahwa desa wisata merupakan “bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tradisi setempat” (Republik Indonesia, 2009) Definisi operasional ini digunakan sebagai basis kebijakan pengembangan pariwisata perdesaan di Indonesia. Oleh sebab itu di dalam tulisan ini terminologi desa wisata dimaknai sama dengan pariwisata perdesaan (rural tourism).

Dibandingkan dengan konsep desa wisata, konsep pariwisata perdesaan sendiri lebih sering ditemukan di dalam berbagai publikasi ilmiah (Youell, 1996;Page dan Getz, 1997;Kuvacic, et.al, 2010; Chuang, 2010). Namun demikian secara subtansial tidak terlihat perbedaan yang siginifkan antar keduanya. Chuang (2010:1313) dan Kuvacic, et.al, (2010: 1648) merangkum pendapat beberapa ahli dan lalu memaknai pariwisata perdesaan dengan menunjukkan suatu lingkungan geografis tempat terjadi/berlangsungnya aktivitas pariwisata dan karakteristik asli berupa budaya tradisional, budaya pertanian, lanskap pedalaman dan gaya hidup sederhana. Konteks ruang (space) menjadi penting untuk memosisikan aktivitas dan implikasi perkembangan pariwisata perdesaan. Ahli lain mengartikan “rural tourism is one of the forms of sustainable development that through promoting productivity in rural zones, brings about employment, income distribution, preservation of village environment and lokal culture, raising host community’s participation and presenting appreciate methods to conform beliefs and traditional values with new circumstances” Youell (1996: 136). Rural tourism adalah bentuk alternative pariwisata yang mampu menyumbang perubahan-perubahan positif terhadap sumberdaya social, ekonomi dan budaya di daerah perdesaaan.

Read More
Cover Sastra Populer Indonesia UGM Press
See Detail

Sastra Populer Indonesia

Cahyaningrum Dewojati


Price
Rp 30,750,-
Synopsis

Ledakan sastra pop pada tahun 2000-an merupakan fenomena sastra yang sangat menarik. Penerbit yang semula enggan menerbitkan karya sastra pun kini berubah agresif. Mereka berlomba berburu penulis, berburu naskah novel pop,dan kemudian menerbitkankannya. Bahkan, penerbit-penerbit besar hingga penerbit baru kelas ecek-ecek pun kini tidak mau ketinggalan beramai-ramai membentuk devisi baru yang menfokuskan diri untuk menerbitkan jenis ini. Mereka juga membuat pelatihan bagi penulis pemula hingga membentuk wadah komunitas pembacanya. Semua penerbit seolah berbondong-bondong berebut mengadakan “kenduri” dan ambil bagian dari hajatan besar sastra pop ini. Apakah yang sebenarnya kini tengah terjadi dalam sastra populer kita? Pertanyaan itulah yang sebenarnya menjadi kegelisahan awal dan menggelitik penulis untuk mengadakan penelitian ini.

Karya sastra, khususnya teen-lit dan chick-lit, kini telah memasuki fase idustrialisasi dan kapitalisme sastra. Jenis sastra inilah yang kini tengah menjadi bagian gaya hidup remaja kita. Shopping dan hang out di mall, chatting, berface book ria, dan membaca teen-lit adalah gaya hidup remaja kotemporer di kota besar. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila semua toko buku kini memajang novel bercover mencolok ini secara atraktif. Hampir semua buku jenis ini laris manis diserbu pembaca ABG. Bahkan, ada teen-lit yang terjual hingga 40.000 copy, sesuatu hal yang dulu musykil terjadi dalam sejarah penerbitan sastra sebelumnya.

Lalu, apa sebenarnya yang menjadi magnet novel ini bagi pembacanya? Novel teen-lit ternyata bercerita tentang dinamika kehidupan remaja dan gaya hidup remaja kota besar, lengkap dengan mimpi-mimpi kaum urban di kota metropolitan. Isi cerita yang renyah, ringan, dan dituturkan denga gaya bahasa khas remaja itu, sangat memikat pembaca belia. Adapun hal lain yang menarik sekaligus mengejutkan adalah hampir 80% dari ratusan judul novel tersebut menyajikan hal yang seragam: imajinasi tentang kemewahan, hedonisitas, dan gaya hidup kelas sosial masyarakat tertentu. Penyeragaman rasa ini tidak lepas dari penerbit sebagai sumber kapital. Penerbit rupanya mempunyai peran besar dalam mengarahkan selera pembacanya.

Adapun fenomena yang terungkap dalam karya sastra ini memberikan banyak informasi tentang trend gaya hidup populer pada zamannya; gaya hidup remaja metropolitan yang dipenuhi hedonisme; pandangan pengarang terhadap gender; semangat zaman yang penuh dengan budaya instan dan kekinian; serta mencerminkan respon dan gudang pengalaman penulis terhadap budaya populer remaja Indonesia. Wacana macam itulah yang akan dikupas tuntas dalam buku ini.

Read More
Cover BANG MULOK BATIK, Pengembangan Muatan Lokal Batik Pada SMP di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul Badan Diklat DIY
See Detail

BANG MULOK BATIK, Pengembangan Muatan Lokal Batik ...

Wahyudi, M.Pd.


Price
Rp 1,-
Synopsis

Proyek Perubahan berjudul “BANG MULOK BATIK, Pengembangan Muatan Lokal Batik Pada SMP di Dinas Pendidikan, Pemuda, Dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul“ ini merupakan upaya memasukkan muatan lokal batik dalam struktur kurikulum satuan pendidikan jenjang SMP untuk dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Tujuan terpenting dari kegitan ini adalah melegalkan muatan lokal batik masuk dalam muatan lokal di kurikulum satuan pendidikan jenjang SMP dengan adanya SK Bupati yang menetapkan Muatan Lokal Batik sebagai muatan lokal Kabupaten Gunungkidul. Di samping itu, proyek perubahan ini merupakan rintisan peningkatan mutu pendidikan, menumbuhkembangkan potensi siswa jenjang SMP, dan mengembangkan kearifan lokal di Kabupaten Gunungkidul. Dengan kegiatan ini diharapkan sekolah dan peserta didik dapat melestarikan dan mengembangkan keterampilan membatik sebagai keunggulan dan warisan budaya, yang berguna bagi diri dan lingkungannya dalam rangka menunjang Gunungkidul sebagai destinasi daerah tujuan wisata nasional.

Read More
Cover Identitas dan Kenikmatan Kepustakaan Populer Gramedia
See Detail

Identitas dan Kenikmatan

Ariel Heryanto


Price
Rp 49,000,-
Synopsis

Belum Ada Synopsis

Read More
Cover Mandor, Model Kepemimpinan Tradisional Jawa Pada Proyek Konstruksi Era Modern Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Mandor, Model Kepemimpinan Tradisional Jawa Pada P ...

Dr. Kukuh Lukiyanto, S.T., M.M., M.T.


Price
Rp 92,000,-
Synopsis

Mandor sebagai pemimpin informal tradisional masih bisa bertahan di era manajemen konstruksi modern. Keberhasilan mandor dalam kepemimpinannya, selain berlandaskan keteladanan dan manajemen yang baik, paradigma struktural fungsional, dan penghargaan terhadap hal transendental, juga sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya (filosofi) Jawa, misalnya kekeluargaan, keharmonisan, berperhatian, keteladanan, kepercayaan, pelayanan, rendah hati, murah hati, mendorong ke arah perbaikan, otoriter, waspada, serta memberikan reward dan punishment. Dengan melakukan hal tersebut, mandor bisa menghadapi pergeseran perilaku pekerja yang cenderung konsumtif dan hedonis yang dapat menurunkan loyalitas dan kinerja serta memunculkan sikap transaksional.

Gaya kepemimpinan mandor yang bertahan dalam industri konstruksi modern di Indonesia tidak bisa didefinisikan menurut teori gaya kepemimpinan yang sudah ada. Gaya kepemimpinan mandor merupakan perpaduan dari beberapa gaya kepemimpinan yang didasari oleh ajaran filosofi kepemimpinan Jawa, dan dalam industri konstruksi disebut sebagai gaya kepemimpinan Jawa.

Terdapat nilai-nilai budaya yang masih dipertahankan mandor dalam kepemimpinannya, yaitu ngeli (mengikuti arus) dan nepakne awake dewe (merefleksikan pada diri sendiri). Kedua filososi itu bermakna sangat dalam dan memandu mandor dalam melakukan tindakan apa pun. Ngeli adalah sikap mengikuti arus tanpa terbawa arus, sebagai respons dalam menghadapi situasi buruk yang tak mampu dilawan. Dengan ngeli, seseorang tidak akan tenggelam, tidak akan terbawa arus. Nepakne awake dewe adalah rambu-rambu dalam bersikap yang mengedepankan hati dan pikiran sebelum bertindak. Segala sesuatu yang terjadi atau tindakan orang lain direfleksikan pada diri sendiri agar bisa dipahami. Menerapkan filosofi ini membuat orang menjadi lebih sabar, tak mudah terpancing emosinya, dan lebih menghargai sesama.

Read More
Cover Al-Jamiyatul Washliyah dalam Kancah Politik		PeNA Banda Aceh
See Detail

Al-Jamiyatul Washliyah dalam Kancah Politik

Ahmad Hamim Azizi, Drs, MA


Price
Rp 38,000,-
Synopsis

Buku ini memuat beberapa hal penting diantaranya menyangkut perpolitikan dalam Islam, seperti pengertian, dasar hukum dan tujuan politik dan gambaran perpolitikan Islam Indonesia sejak merdeka sampai akhir masa orde baru. Hal lain yang diungkap dalam buku ini adalah bagaimana peran Al-Washliyah dalam dunia politik di Indonesia, sejarah berdirinya Al-Washliy ah, Visi dan misinya dalam menata perjuangan di bidang politik serta tokoh-tokoh yang membidani lahirny a Al-Washliy ah.

Read More
Cover SYARIAT ISLAM MEMBANGUN PERADABAN (Sebuah Pengantar Studi Syariat Islam di Aceh) PeNA Banda Aceh
See Detail

SYARIAT ISLAM MEMBANGUN PERADABAN (Sebuah Penganta ...

Teuku Zulkhairi


Price
Rp 73,000,-
Synopsis

Berbicara peradaban, maka kita akan menemukan Islam dalam sejarahnya pernah menjadi pemimpin bagi peradaban dunia. Islam bersinar di Andalusia yang kemudian memantulkan cahayanya ke Eropa dan memberi pencerehan-pencerahan sehingga mampu keluar dari era kegelapannya. Islam pernah memimpin peradaban berabad-abad di masa Abbasiyah, Usmaniyah dan sebagainya.

Bahkan, Syari’at Islam juga yang telah memperkenalkan Aceh di masa lalu dalam percaturan dan panggung peradaban bangsa-bangsa di Asia Tenggara, sekaligus memperkenalkan Aceh sebagai kerajaan Islam yang kuat dan stabil di masa jayanya.

Kita akan menemukan fondasi dasar kejayaan peradaban Islam di masa lalu sebagai sesuatu yang identik dengan penegakan Syari’at Islam. Ketika Syari’at Islam telah ditegakkan, maka turunlah keberkahan Allah dari langit, dan terpancarlah pula keberkahan dari bumi. Umat Islam pun aman dan damai menjalani kehidupan dunia, sekaligus menemukan “kepastian” menuju kehidupan akhiratnya. Sebab, kehidupan dunia yang dibangun memiliki korelasi dengan kebahagiaan kehidupan akhirat sebagai target yang juga ingin dicapai. Akhirnya, peradaban Islam eksis secara gemilang.

Ketika Syari’at Islam ditegakkan secara kaffah, tidak akan ada lagi kemiskinan, pintu-pintu kemaksiatan akan tertutup, manusia akan menemukan ketenangan batinnya. Ketika Syari’at Islam ditegakkan secara kaffah, manusia akan dihormati. Itulah di antara sekian mimpi kita merindukan pembangunan peradaban berbasis Syari’at Islam. Apakah harapan itu hanyalah utopia belaka? Tentu tidak. Tugas kita adalah berjuang, hasilnya kita serahkan kepada Allah Swt. Dan buku di tangan pembaca ini, semoga menjadi bagian dari upaya ke arah tersebut. Amiin ya Rabb.    

Read More
Cover Mengenal Batik Nusantara Penebar Swadaya Group
See Detail

Mengenal Batik Nusantara

Murni Marlina Simarmata, S.Pd.M.Pd


Price
Rp 22,000,-
Synopsis

Belum ada sinopsis

Read More
Cover Centhini Tambangraras-Amongraga Jilid VIII UGM Press
See Detail

Centhini Tambangraras-Amongraga Jilid VIII

Sunan Paku Buwana V


Price
Rp 63,000,-
Synopsis

Seh Amongraga pergi meninggalkan isterinya diiringi oleh dua pengikutnya. Mereka sampai di Hutan Kabarehan. Seh Amongraga masuk ke Hutan Kabarehan diiringi oleh Ki Arisbaya. Di dalam hutan, ia menyaksikan berbagai macam makhluk halus.
Seh Amongraga terus berjalan hingga sampai ke berbagai gunung dan masuk ke banyak gua. Kemudian, Seh Amongraga sampai di lereng Gunung Lawu dan bertemu dengan Wasi Wregasana. Wasi Wregasana memberikan uraian Pakuwon dan pengetahuan tentang hari naas. Wasi Wregasana kagum dengan ilmu yang dimiliki oleh Seh Amongraga. Wasi Wregasana kemudian masuk Islam dan berganti nama menjadi Wregajati serta mengikut perjalanan religius Seh Amongraga.
Sepeninggalan Seh Amongraga, mertua serta istrinya sangat sedih. Niken Tambangraras lupa makan dan tidur, hanya shalat, mengaji Al-Quran, dan bersedekah kenduri selamatan.
Jayengresmi, Jayengraga, Kulawirya, dan Nuripin pergi mencari Seh Amongraga. Dalam perjalanan itu, Jayengraga dan Kulawirya tergoda berbuat tidak senonoh karena nafsu berahinya.

Read More
Cover Sejarah Indonesia Modern UGM Press
See Detail

Sejarah Indonesia Modern

M.C. Rickefs


Price
Rp 58,500,-
Synopsis

Penekanan seluruh isi buku ini adalah pada sejarah rakyat Indonesia. Baik cerita sejarah politik maupun permasalahan sosial, budaya, dan ekonomi dibahas di dalamnya. Bab kepustakaan dimasukkan untuk memudahkan para pembaca menemukan hasil-hasil karya ilmiah yang paling mutakhir dalam masalah ini.

Read More
Cover Kajian Seni Pertunjukan dalam Perspektif Komunikasi Seni IPB Press
See Detail

Kajian Seni Pertunjukan dalam Perspektif Komunikas ...

Jaeni


Price
Rp 38,500,-
Synopsis

Naskah buku ini sangat mungkin dibaca dan dipetik hikmahnya oleh berbagai kalangan, baik mahasiswa, guru, maupun dosen, yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti komunikasi, sosiologi, antropologi, psikologi, dan praktisi seni serta budayawan. Pembaca utama naskah buku ini adalah mereka yang konsisten mengamati budaya, pertunjukan, mahasiswa seni (strat sarjana dan pascasarjana) dan dosen perguruan tinggi seni.

Read More
Cover Centhini Tambangraras-Amongraga Jilid VI UGM Press
See Detail

Centhini Tambangraras-Amongraga Jilid VI

Sunan Paku Buwana V


Price
Rp 18,000,-
Synopsis

Pada jilid ini menceritakan tentang upacara perkawinan Seh Amongraga dengan Tambangraras. Dipaparkan ritual-ritual, tata cara, serta tahapan-tahapan yang dilalui dalam upacara pernikahan tersebut.

Diceritakan pula bahwa Seh Amongraga memberi wejangan kepada istrinya mengenai banyak hal.

Read More
Cover Wilayat Al-Hisbah di Aceh; Konsep dan Implementasi PeNA Banda Aceh
See Detail

Wilayat Al-Hisbah di Aceh; Konsep dan Implementasi

Dr. H. Muhibbuththabary, M.Ag


Price
Rp 30,000,-
Synopsis

Sejarah mencatat  bahwa Wilayat al-Hisbah memiliki akar yang kuat dalam proses pelaksanaan Syari’at  di tengah-tengah kehidupan ummat islam. Sebagai institusi, Wilayat al-Hisbah memiliki tugas menjaga tatanan dan hukum publik serta mengawasi prilaku pembeli dan penjual di pasar untuk memastikan prilaku yang benar. Ini berlangsung pada era Nabi dan Khulafa al-Rasyidin dan pasca sahabat yang ditandai dengan terbentuknya dinasti dinasti dalam pemerintahan Islam meskipun terjadi modifikasi sejalan dengan masanya. Misalnya, pada masa

Abbasiyah, fungsi dan kewenangan Wilayat al-Hisbah diperluas tidak hanya terbatas pada pengawasan hokum dan ketertiban umum, tetapi juga  diberi hak untuk menyelesaikan masalah-masalah kriminal, menegakkan amar makruf dan nahi mungkar,  mencegah  terjadinya pelanggaran  hak-hak tetangga dan menghukum orang yang mempermainkan hokum syari’at.

Read More
Cover Angin Dalam Catatan	PeNA Banda Aceh
See Detail

Angin Dalam Catatan

L.K. Ara


Price
Rp 27,000,-
Synopsis

Buku puisi dengan judul “Angin dalam Catatan” karya LK. Ara ini merupakan hasil perenungan terhadap alam sekitar ciptaan Tuhan. Hasil renungan tersebut dituangkan dalam bentuk puisi, yang menurut hemat kami layak dinikmati oleh semua kalangan, terutama anak sekolah guna memperkaya khazanah puisi.

Read More
Cover Syari'at Islam Dalam Realitas Sosial			PeNA Banda Aceh
See Detail

Syari'at Islam Dalam Realitas Sosial

Abdul Majid, Drs. M.Si


Price
Rp 33,000,-
Synopsis

Sebagaimana ditemukan dalam perkembangan masyarakat muslim Aceh. Dewasa ini bahwa mereka lebih memerhati Syari’at Islam secara luwes dan elastic (thatawwur), tidak mencermati dengan mendalam hokum Islam dalam bentuk Qath’iy (Fixis). Khususnya dalam bidang hukum pidana Islam, tentang masalah cambuk

Read More
Cover Nazam Aceh		PeNA Banda Aceh
See Detail

Nazam Aceh

Razali Abdullah


Price
Rp 25,000,-
Synopsis

Nazam adalah sebuah hasil karya orang Aceh dalam bentuk hikayat yang bertujuan untuk menasehati masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan

Read More
Cover Mozaik Intelektual Islam, Esai-Esai Keislaman Klasik dan Kontemporer PeNA Banda Aceh
See Detail

Mozaik Intelektual Islam, Esai-Esai Keislaman Klas ...

Ja’far, S.Pd.I., M.A


Price
Rp 130,000,-
Synopsis

Buku ini tidak saja membahas studi Al-Qur'an dan hadits semata sebagai sua sumber utama ajaran Islam. tetapi juga menguraikan konsep Islam tentang berbagai masalah seperti teologi, filsafat, tasawuf, hukum, politik, pendidikan, sejarah. sosiologi dan sejarah. melalui buku ini terbuktilah bahwa ajaran Islam bukan sekedar berisikan ajaran-ajaran ritual semata seperti shalat, zakat, puasa, haji. tetapi lebih luas dari semua itu, sebab Islam berisikan berbagai ajaran tentang seluruh masalah kehidupan manusia.

Read More
Cover Pergulatan Panjang Budaya Damai dalam Masyarakat Multikultural (Kajian Edukasi, Syari'i, Historis, Filosofis Dan Media Masa) PeNA Banda Aceh
See Detail

Pergulatan Panjang Budaya Damai dalam Masyarakat M ...

Tim Penulis IAIN Ar-Raniry


Price
Rp 45,000,-
Synopsis

Read More
Cover Potret HIMMAH PeNA Banda Aceh
See Detail

Potret HIMMAH

Abd. Rahman dkk,


Price
Rp 50,000,-
Synopsis

Read More
Cover Pluralisme Hukum Waris dan Keadilan Perempuan Yayasan Pustaka Obor Indonesia
See Detail

Pluralisme Hukum Waris dan Keadilan Perempuan

Sulistyowati Irianto


Price
Rp 91,000,-
Synopsis

Konsep mengenai waris dan apa sebenarnya hukum waris, khususnya waris Islam, mendapatkan ujiannya dalam praktik pembagian dan penyelesaian sengketa waris dalam masyarakat. Konsep dan hukum yang sudah dianggap baku, ternyata dalam praktiknya dapat dimusyawarahkan, bersifat cair, dan mendapatkan makna baru. Pemaknaan tentang waris sangat beragam, tidak hanya karena hukumnya beragam, tetapi juga budaya, sistem pemaknaan,  kelas yang beragam, dan juga perspektif gender.

Realitas pluralisme hukum dapat ditunjukkan bukan hanya karena keberadaan beberapa sistem hukum dalam isu waris, tetapi juga adanya saling pengaruh, adopsi atau sebaliknya kontestasi,  di antara berbagai sistem hukum tersebut dalam praktik pembagian waris. 

Masing-masing sistem hukum: hukum negara, adat, agama, dan kebiasaan, kehilangan garis demarkasinya secara tegas. Terdapat pengaruh dari praktik kebiasaan yang sangat dinamis terkait waris yang berlangsung di negara-negara Islam Asia Tenggara, terhadap praktik waris di Indonesia. Masing-masing hukum bukanlah entitas yang batasnya jelas. Hal ini sejalan dengan pemikiran modern dalam teori pluralisme hukum yang  berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang sangat cepat dan globalisasi masa kini.

 

“Buku Pluralisme Hukum Waris dan Keadilan Perempuan yang ditulis oleh Prof Sulistyowati Irianto hadir pada waktu yang tepat, yaitu ketika kesetaraan dan keadilan jender semakin menjadi kebutuhan Masyarakat mengingat peran penting perempuan di dalam rumah maupun di ruang publik yang tidak kalah dibandingkan peran kaum laki-laki.

Isu pewarisan bagi perempuan, baik sebagai janda atau anak perempuan, terus menimbulkan perdebatan hingga hari ini. Pertanyaan mengapa perempuan harus dibedakan dari laki-laki dalam hak waris adalah persoalan nyata yang coba dijawab dalam buku ini melalui penelitian terhadap keputusan-keputusan yang dibuat di Pengadilan Agama hingga Mahkamah Agung.

Membaca buku ini penting bagi para perempuan, masyarakat umum, dan para hakim untuk memahami konteks perjalanan hukum waris di Indonesia guna memberi keadilan bagi para ahli waris.”

Ninuk Mardiana Pambudy,  Wakil Pemimpin Redaksi harian KOMPAS

 

“Dalam iklim politik global dan lokal saat ini di mana pembakuan kategori-kategori sederhana sering digunakan sebagai alat untuk memperkuat proses pengasingan dan pengucilan sosial, buku ini merupakan suatu sumbangan mahapenting untuk memperdalam pandangan kita tentang pluralisme hukum terutama dalam berbagai sengketa waris, yang dilandasi keragaman kontekstual.

Kita disadarkan akan peran aktor-aktor hukum yang berbeda sehingga kontestasi dan negosiasi merupakan dinamika yang mewarnai praktek hukum di tingkat yang berbeda-beda. Kita diberi pula pencerahan mengenai peran kaum perempuan sendiri dalam hubungan dengan anggota keluarga mereka maupun pandangan mereka tentang proses pengadilan, saat terjadi sengketa waris.

Buku ini patut dibaca, selain oleh praktisi hukum, ilmuwan, aktivis maupun pejabat negara, juga oleh masyarakat umum.”

Ratna Saptari, dosen Universitas Leiden.

 

“Buku  ini berbicara tentang hukum waris yang ditelaah dari socio-legal studies dengan perspektif gender. Obyek kajiannya adalah warisan. Pendekatan pluralisme hukum digunakan untuk menunjukkan bagaimana  hukum negara, hukum agama, dan hukum adat bertemu, saling berharmoni, bernegosiasi, atau berkontestasi. Konstelasi pluralisme hukum dikaji secara mendalam di sini. Kajian lintas disiplin yang sangat komprehensif ini penting untuk dibaca oleh para hakim, mahasiswa dan praktisi hukum, para pakar dan mahasiswa sosiologi, juga para ahli dan praktisi gender.”

Muhajir Darwin, Guru Besar Fisipol UGM.

Read More