Books By Category Politik


Categories

Publishers

Cover Negara Salah Urus: Analisis Kontemporer Berperspektif Aktor Rajawali Press
See Detail

Negara Salah Urus: Analisis Kontemporer Berperspek ...

Laode Ida


Price
Rp 87,000,-
Synopsis

Dalam era otonomi daerah, pemerintah pusat harus lebih proaktif membangun komunikasi dan berkonsultasi dengan daerah untuk memastikan bahwa apa yang diperbuat daerah adalah dalam rangka secara bertahap dan pasti mencapai tujuan pembangunan nasional. Hubungan pusat-daerah di era otonomi daerah ini, dengan demikian, sangatlah penting.

Oleh karena itu, hubungan pusat-daerah tak sekadar dibangun berdasarkan simbolistis-formalistis seperti yang terjadi hingga sekarang ini, yang pada intinya membiarkan daerah “melakukan gambar suka-suka” sesuai dengan kepentingan para pejabat politiknya melainkan harus terpandu secara sistematis. Setiap instansi nasional (struktural, teknis, fungsional) harus secara proaktif mensinerjikan agenda-agenda secara terukur. Tepatnya, pemerintah pusat harus memandu daerah dengan instrumen-instrumen yang terukur dan terarah. Dan ini merupakan bagian dari ciri khas substansial dari konsep ideal kebijakan otda dan desentralisasi dalam kerangka NKRI.

Buku ini merupakan hasil refleksi penulis terkait politik nasional dan daerah serta sosial kemasyarakatan. Tak hanya dapat dibaca oleh para pemerhati politik nasional dan daerah, namun buku ini dapat dibaca juga oleh mereka yang mencita-citakan pemerintahan yang baik, bersih dan tak salah urus.

Read More
Cover Paradoks Politik Hati Nurani: Mengupas Popularitas VS Elektabilitas Pemilu 2014 Rayyana Komunikasindo
See Detail

Paradoks Politik Hati Nurani: Mengupas Popularitas ...

Ir. H. Didi Apriadi, M. Ak


Price
Rp 85,000,-
Synopsis

Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 memberikan pembelajaran yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Untuk ketiga kalinya, rakyat Indonesia memilih secara langsung para wakilnya di legislatif (DPRD, DPD, dan DPR RI) maupun presiden dan wakil presiden. Penyelenggaraan pemilu kali ini pun kembali berjalan lancar. Tentu ini menjadi prestasi yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa yang memiliki jumlah pemilih hampir 200 juta orang, menyelenggarakan pemilu di Indonesia bukan suatu hal yang mudah.  Banyaknya partai peserta pemilu (12 partai nasional), pada dasarnya menyimpan potensi akan timbulnya berbagai gesekan yang memicu pertikaian baik secara fisik maupun politik yang tidak biasa, baik antar-partai peserta pemilu maupun antara para pendukungnya.

Kekhawatiran ini wajar karena tiap partai memiliki latar belakang dan ideologi yang berbeda dengan fanatisme dan loyalitas pendukung yang begitu kuat. Namun, dengan makin dewasanya para pengurus dan kader partai, makin baiknya penyelenggara dan pengawas pemilu, peraturan dan perundang-undangan yang makin menjangkau dan mengakomodasi hak-hak rakyat, serta makin pahamnya rakyat akan haknya dan makna pemilu, maka ekses-ekses negatif yang semula dikhawatirkan akan muncul pada akhirnya tidak terjadi.

Read More
Cover Quo Vadis Politik Luar Negeri Indonesia Elex Media Komputindo
See Detail

Quo Vadis Politik Luar Negeri Indonesia

Yanyan Mochamad Yani, Ian Montratama


Price
Rp 49,000,-
Synopsis

Belum ada sinopsis

Read More
Cover Komunikasi dan Demokrasi: Esai-Esai Etika Komunikasi Politik Kanisius PT
See Detail

Komunikasi dan Demokrasi: Esai-Esai Etika Komunika ...

Alois A. Nugroho


Price
Rp 49,500,-
Synopsis

Kumpulan esai yang tersaji di hadapan Anda ini diberi label “etika”, karena terdiri dari artikel-artikel yang pernah diterbitkan sebagai artikel populer yang ditulis dalam rangka kerja sama yang dijalin oleh koran Suara Pembaruan dan Pusat Pengembangan Etika Atma Jaya Jakarta. Setiap akhir pekan, sejak 1995, seorang staf Pusat Pengembangan Etika secara bergiliran menyumbangkan artikel opini yang oleh Suara Pembaruan hampir selalu diberi tajuk “Etika”. Karena pelbagai kesibukan dalam urusan administrasi pendidikan tinggi, penulis kumpulan ini baru mulai memberikan kontribusi pada 2009, ketika seorang guru besar senior menyatakan pension dari keterlibatannya menulis artikel etika di koran Suara Pembaruan. Etika memuat diskusi dan argumentasi tentang apa yang patut dilakukan dan apa yang tak patut dilakukan oleh seseorang, sekelompok orang, atau suatu profesi tertentu. Sudah menjadi pemahaman bersama bahwa pers pernah dinobatkan sebagai “pilar keempat demokrasi”, maka kontribusi penulis dipusatkan pada bagaimana berperilaku patut dalam alam demokrasi, utamanya dalam berkomunikasi dalam politik demokratis. Begitulah, esai-esai dalam kumpulan ini dapat digolongkan ke dalam esai-esai tentang etika komunikasi politik, yang mempersoalkan tentang kepatutan dalam perilaku politik, utamanya dalam komunikasi politik.

Read More
Cover Celoteh Gus Dur Elex Media Komputindo
See Detail

Celoteh Gus Dur

Ahmad Nurcholish


Price
Rp 69,000,-
Synopsis

Sepanjang kariernya sebagai intelektual Muslim, KH. Abdurrahman Wahid atau lebih akrab dikenal Gus Dur telah menghasilkan banyak karya tulis berupa opini atau artikel, makalah, dan sebagainya yang dimuat oleh sejumlah media di tanah air maupun mancanegara. Seorang peneliti yang telah melakukan studi bibliografis yang dilakukannya, telah ditemukan ada 493 buah tulisan Gus Dur sejak awal 1970-an hingga awal tahun 2000. Jika dihitung hingga akhir hayatnya (30 Desember 2009), tulisan-tulisan tersebut bisa mencapai 600 buah lebih. Karya intelektual yang ditulis selama lebih dari dua dasawarsa itu dapat diklasifikasikan ke dalam delapan bentuk tulisan, yakni tulisan dalam bentuk buku, terjemahan, kata pengantar buku, epilog buku, antalogi buku, artikel, kolom, dan makalah. Dari data tersebut, menunjukkan bahwa KH. Abdurrahman Wahid tidak sekadar membuat pernyataan dan melakukan aksi-aksi sosial politik, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat sipil belaka, tetapi juga merefleksikannya ke dalam berbagai tulisan. Sebagian tulisan tersebut belakangan diterbitkan dalam bentuk buku. Oleh karena buku-buku tersebut merupakan bunga rampai tanpa ada revisi dan rekontruksi ulang dari Gus Dur, kesan ketidakutuhan bangunan pemikiran tidak dapat terhindarkan. Namun, begitulah barangkali cermin latar intelektual putra pendiri NU ini, yang bukan berasal dari tradisi akademik “sekolah modern” yang setiap tulisannya terikat dengan suatu metodologi dan referensi formal. Tetapi, hal tersebut tak mengurangi bobot isi dari setiap pemikiran yang dituangkannya dalam berbagai tulisan tersebut.

Read More
Cover Perda Berbasis Norma Agama Rajawali Press
See Detail

Perda Berbasis Norma Agama

Prof. Dr. H. Sirajuddin. M, M.Ag., M.H.


Price
Rp 97,500,-
Synopsis

Resepsi norma agama ke dalam Perda dapat dilakukan, dan resepsi tersebut hanya diperlukan dalam pembentukan Perda yang berlaku untuk umum. Di sisi lain norma agama yang bersifat eksklusif juga dapat diadopsi, namun pemberlakuannya hanya ditujukan secara eksklusif kepada orang-orang pemeluk agama yang bersangkutan, dan tidak menutup kemungkinan diikuti atau ditaati pula oleh orang-orang lain. Dengan demikian, karakteristik insklusifitas norma agama selain ditentukan oleh persesuaiannya dengan realitasi kemasyarakatan, juga sangat ditentukan oleh aspek kemanfaatan hukumnya (doel matigheids).

Walaupun norma agama yang akan diresepsi ke dalam Raperda tersebut telah melalui identifikasi dan dituangkan dalam naskah akademik, namun materi Raperda tersebut tetap harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dan stake holder lainnya. Sosialisasi merupakan instrumen uji publik yang bertujuan untuk mengetahui apakah persepsi Pemerintah Daerah terhadap suatu norma sama dengan persepsi masyarakat. Hal ini penting untuk meminimalisir pertentangan atau protes yang dapat menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal.

Buku ini sangat layak dan penting untuk dibaca bagi akademisi, mahasiswa dan praktisi hukum, khususnya yang bergelut dalam perancangan peraturan perundang-undangan.

Read More
Cover Who Rules the World? Mizan Group
See Detail

Who Rules the World?

Noam Chomsky


Price
Rp 45,000,-
Synopsis

Selama setengah abad terakhir, Noam Chomsky, telah banyak menggugat kekuatan gobal yang mengendalikan pilihan masyarakat serta meneliti berbagai kebijakan pemerintah, lembaga negara, dan media-media di Amerika Serikat.

Who Rules the World? merupakan investigasi intelektual yang telak dari Chomsky tentang berbagai isu utama pada masa kini. Mulai dari sejarah kelam AS dan Kuba, kebangkitan Tiongkok, konflik di Irak, Afganistan, dan Israel, hingga sanksi terhadap Iran. Chomsky menguak bahwa seruan Amerika soal kebebasan sering bertentangan dengan tindakannya. Sebuah modus operandi kekuasaan imperial pada abad modern. 

Buku ini adalah bacaan penting untuk memahami bagaimana segala sesuatunya berlangsung. Dengan suara lantang dan pandangan yang cukup jernih, Chomsky memandu kita menemukan kebenaran.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
Cover Senarai Kebijakan Publik SDM Indonesia Perencanaan & Penganggaran yang Responsif Gender IPB Press
See Detail

Senarai Kebijakan Publik SDM Indonesia Perencanaan ...

Fithriyah, SE, MPA, Ph. D


Price
Rp 84,000,-
Synopsis

Buku ini memuat artikel-artikel penerapan kebijakan publik yang beberapa di antaranya pernah dimuat di media cetak, kemudian diperbaharui, dan dikumpulkan penulis dalam rangka HUT ke-72 Republik Indonesia. Senaarai tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagu penerapan kebijakan publik yang lebih baik di masa mendatang. Topik yang diulas berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, baik di Indonesia pada umumnya, maupun di lingkungan pemerintahan pada khususnya. Aspek yang dicakup antara lain tentang Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender, isu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) terkait situasi ketenagakerjaan di Indonesia, dan manajemen Pinjaman dan Hutang Luar Negeri.

Read More
Cover Politik Kewargaan di Indonesia Yayasan Pustaka Obor Indonesia
See Detail

Politik Kewargaan di Indonesia

Eric Hiariej dan Kristian Stokke


Price
Rp 110,000,-
Synopsis

Argumen utama buku ini adalah bahwa kewargaan dibentuk dan dipraktikkan melalui serangkaian gerakan melawan ketidakadilan. Gerakan-gerakan ini berupa serangkaian perjuangan—oleh rakyat di level akar rumput dan kelas menengah beserta organisasi perwakilan dan para aktivisnya—untuk pengakuan kultural, keadilan ekonomi dan sosial, serta representasi politik. Perjuangan ini secara umum berujung pada keterlibatan mereka dengan negara melalui proses-proses diskursif dan non-diskursif. Kendati negara menjadi simpul yang utama, perjuangan-perjuangan ini seringkali masih tercerai-berai, baik antar-sektor maupun posisi-posisi subjek. Membangun rantai solidaritas antar-fragmen perjuangan tersebut sangatlah penting, namun upaya-upaya yang dilakukan selama ini masih belum memenuhi harapan.     

Karakter dan fragmentasi gerakan rakyat tersebut mencerminkan keberagaman ketidakadilan dan posisi-posisi subjek dalam masyarakat, yang pada saat bersamaan juga dipengaruhi oleh dinamika politik. Perjuangan kewargaan dan sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia berkaitan satu sama lain. Ketidakmampuan untuk menjembatani fragmentasi antar-perjuangan kewarganegaraan mencerminkan kurangnya kapasitas gerakan pro-demokrasi dalam membangun aliansi yang lebih luas. Di samping itu, kecenderungan gerakan-gerakan ini untuk menjadi elitis dan terbiasa dalam mempenetrasi negara juga mewarnai karakter perjuangan kewargaan kontemporer. 

Di tengah situasi pelbagai ketidakadilan, kolektivitas dan mobilisasi, dapat dikatakan bahwa representasi dan politik demokratis menjadi arena paling utama untuk mengintegrasikan dan mentransformasikan hubungan-hubungan antagonistik dalam perjuangan perjuangan popular yang terfragmentasi. Akan tetapi, hal ini memerlukan sebuah demokrasi yang tidak hanya memiliki kontrol kedaulatan atas urusan-urusan publik, tetapi juga memiliki saluran dan organisasi bagi bekerjanya representasi politik. Di Indonesia, demokrasi formal yang ada belum memenuhi kriteria ini.  Oleh karenanya ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk mentransformasikan demokrasi itu sendiri, sekaligus menjadi cara untuk mentransformasikan struktur-struktur ketidakadilan dalam masyarakat. Pengembangan agenda transformatif, organisasi, dan strategi masih menjadi kebutuhan sekaligus tantangan untuk mewujudkan kewargaan di Indonesia kontemporer.

Read More
Cover The Politics of Welfare: Contested Welfare Regimes in Indonesia Yayasan Pustaka Obor Indonesia
See Detail

The Politics of Welfare: Contested Welfare Regimes ...

Wawan MasÂ’udi and Cornelis Lay


Price
Rp 130,000,-
Synopsis

Has democracy in Indonesia brought about welfare for its citizens? If yes, how does it work?  What types of channels to materialize welfare program for citizens? And how does this effort really work at the local level? This book attempts to answer those above questions, by focusing on so-called “welfare regime” at the local level in Indonesia. The research was conducted at seven areas, ranging from labour sector in Bekasi West Java, humanitarian in post-disaster areas in Aceh, rural and agriculture based   area in Kulon Progo Yogyakarta, a multicultural city of Medan North Sumatera, operated by religious/communal institutions, and market, rather than democratic channels such as political parties.

This book reiterates the importance of context in the study of welfare development. It means that the study of welfare regime needs to put more account in understanding the history of nation-state building, character of economic development, and structure of social capital, rather than simply to evaluate the existence of bunch of social policies introduced by the state.

Given those complexities and pluralistic nature of the welfare schemes in Indonesia, this book is aimed to discuss “the various regimes of welfare provision (state, market and societal-based), how those schemes work in a diverse context, and to what extent those schemes could help us in understanding the development of welfare regimes in the global-south?” The cases presented in chapters of this book show the state of pluralism of welfare development in Indonesia. The pluralistic mode of the welfare schemes reflects different spaces of solidarity and dynamics of the welfare schemes in different contexts, including in some abnormal situations.

Read More
Cover Ekonomi Politik Internasional: Peran Domestik hingga Ancaman Globalisasi Nuansa Cendekia
See Detail

Ekonomi Politik Internasional: Peran Domestik hing ...

Teuku May Rudy, S.H., M.I.R., M.Sc.


Price
Rp 30,000,-
Synopsis

Munculnya mata kuliah Ekonomi Politik Internasional (International Political Economy) dan sekaligus disiplin ilmu Ekonomi Politik (Political Economy) berkait erat dengan kecenderungan (trend) dan perkembangan mutakhir di dunia. Kegiatan ekonomi sulit dipisahkan dari kaitannya dengan kebijakan pemerintah (termasuk dngan poltik luar negeri) dan dengan kegiatan masyarakat (mulai dari lintas daerah maupun lintas negara). Sebenarnya hampir tidak ada perbedaan antara kajian Ekonomi Politik dengan derivasinya, yaitu ekonomi politik internasional, selain dari segi ruang lingkup ang berskala lintas negara untuk kajian Ekonomi Politik Internasional.

Read More
Cover Quo Vadis Politik Luar Negeri Indonesia? Elex Media Komputindo
See Detail

Quo Vadis Politik Luar Negeri Indonesia?

Yanyan Mochamad Yani, Ian Montratama


Price
Rp 49,000,-
Synopsis

Belum ada sinopsis

Read More
Cover Komunikasi Politik Marwan Jafar Rayyana Komunikasindo
See Detail

Komunikasi Politik Marwan Jafar

Agustaman, HM Azhari, Salim Shahab


Price
Rp 75,000,-
Synopsis

Politik pada hakekatnya adalah kegiatan orang secara kolektif sangat mengatur perbuatan mereka di dalam kondisi konflik sosial. Bila orang mengamati konflik, mereka menurunkan makna perselisihan melalui komunikasi. Inilah yang disebut komunikasi politik.

Bagi seorang politisi atau politikus, apalagi yang duduk sebagai wakil rakyat di parlemen, komunikasi politik seharusnya sudah menjadi keniscayaan. Salah satu tujuannya adalah menciptakan, membangun, dan memperkuat citra (image) politik di tengah masyarakat, khususnya para konstituen alias pemilihnya. Citra politik, menurut Cangara (2007) adalah identitas politik, yang merupakan visualisasi dari atribut yang diberikan dan dipersepsikan oleh pihak luar tentang seorang kandidat maupun partai politik. Citra politik berkaitan dengan pembentukan pendapat umum karena pada dasarnya pendapat umum politik terbangun melalui citra politik. Sedangkan citra politik terwujud sebagai konsekuensi kognitif dari komunikasi politik. Para politikus sangat berkepentingan dalam menciptakan, membangun, dan memperkuat citra politik positif mereka melalui komunikasi.

Di sinilah kesadaran Marwan Jafar akan pentingnya komunikasi politik. Bagi politisi muda ini, komunikasi politik tidak saja menciptakan, membangun dan memperkuat citra politik. Namun juga bertujuan membentuk, membina serta mempertahankan pendapat umum (public opinion). Pendapat umum merupakan fenomena komunikasi politik yang sudah cukup lama menjadi perhatian, baik oleh para politisi maupun oleh para akademisi. Hal tersebut dapat dipahami karena pada hakikatnya pendapat umum di negara demokrasi dapat disebut sebagai sebuah kekuatan politik. Pendapat umum sering diposisikan sebagai kekuatan keempat setelah kekuatan lainnya dalam konsep trias politica yang diungkapkan Montesqueu, yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Marwan terbilang dari beberapa sedikit politisi di Senayan yang sadar akan pentingnya komunikasi politik. Baginya, tudingan minor yang dialamatkan ke DPR belakangan ini, harus dijawab dengan meningkatkan kinerja sesuai tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi). Hal ini penting dilakukan untuk penguatan lembaga perwakilan rakyat sekaligus meningkatkan tingkat kepercayaan rakyat terhadap lembaga tersebut. Tugas DPR secara jelas tercantum dalam pasal 20A, ayat (1) UUD 1945, yakni fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Tiga fungsi ini sangat strategis untuk ditingkatkan, sehingga dapat mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. 

Read More
Cover Demokrasi: Dasar Filosofis dan Tantangannya Kanisius PT
See Detail

Demokrasi: Dasar Filosofis dan Tantangannya

Reza A.A. Wattimena


Price
Rp 54,000,-
Synopsis

Buku ini dapat dilihat sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan tradisi demokrasi tersebut. Buku ini mengupas dasar-dasar berpikir dari konsep demokrasi. Buku ini juga menjelaskan tentang kaitan demokrasi dengan berbagai krisis yang terjadi di masa kita sekarang ini, seperti soal perang, pengungsi, pendidikan, dan krisis peradaban pada umumnya. Dengan cara berpikir dan pemahaman yang tepat, berbagai krisis tersebut bisa dilampaui dengan cara-cara yang beradab. Buku ini juga bisa ditempatkan sebagai pelengkap dari berbagai literatur tentang demokrasi yang telah ada di Indonesia. Kelebihan buku ini adalah, menjelaskan pemahaman tentang demokrasi dari berbagai aspek dan dari sudut pandang berbagai pemikir dunia, mulai dari Aristoteles, Immanuel Kant, sampai dengan Edmund Husserl. Saya mengacu pada karya-karya filosofis asli para pemikir tersebut yang tafsirannya terus menciptakan ide-ide baru bagi perkembangan pemahaman tentang demokrasi. Dengan ide-ide baru ini, kita bisa semakin mendekatkan tata politik demokrasi di Indonesia kepada tujuan dasarnya, yakni keadilan dan kemakmuran untuk semua.

Read More
Cover Pengantar Ilmu Politik Rajawali Press
See Detail

Pengantar Ilmu Politik

Dr. Yusa Djuyandi, S.IP., M.Si.


Price
Rp 66,000,-
Synopsis

Disadari atau tidak, aktivitas politik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, sebutan zoon politicon (mahkluk yang berpolitik) pun lekat atau disematkan kepada manusia. Sebagai zoon politicon, manusia telah mengembangkan politik baik sebagai ilmu maupun seni. Adapun saat ini politik baik sebagai ilmu maupun seni telah berkembang dan dipelajari oleh pelbagai kalangan baik secara formal maupun informal.

Buku memperkenalkan kepada pembaca ihwal ilmu politik. Sebagai buku yang ditujukan untuk pengantar terkait ilmu politik, buku ini membahas pelbagai hal. Di awal pembahasan buku ini disampaikan mengenai konsep-konsep dasar ilmu politik dan perkembangan serta hubungan ilmu politik dengan ilmu-ilmu sosial. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tentang filsafat dan teori politik serta ideologi-ideologi dunia. Berikutnya dibahas tentang demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), serta soal bangsa, negara dan pemerintahan. Lalu disambung dengan pembahasan mengenai trias politika dan suprastruktur politik, serta infrastruktur politik dan pemilahan umum. Di bagian akhir buku ini ditutup dengan pembahasan perihal politik dan globalisasi.

Buku ini dapat dibaca oleh para mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) khususnya yang berasal dari program studi ilmu politik dari pelbagai perguruan tinggi di Indonesia. Di samping itu, dapat pula dijadikan bahan ajar bagi pengajar yang mengampu mata kuliah pengantar ilmu politik. Praktisi dan kalangan masyarakat umum yang ingin mengetahui tentang ilmu politik juga dapat memanfaatkan buku ini sebagai bahan bacaan.

Read More
Cover Dilema Otonomi Daerah Penerbit Andi
See Detail

Dilema Otonomi Daerah

Joko Sudantoko


Price
Rp 76,000,-
Synopsis

Dilema Otonomi Daerah

Read More
Cover Diplomasi Publik : Catatan, Inspirasi dan Harapan Aswaja Pressindo
See Detail

Diplomasi Publik : Catatan, Inspirasi dan Harapan

Al Busyra Basnur


Price
Rp 85,000,-
Synopsis

Di dalam menjalankan hubungan internasional dewasa ini, pemerintah dan masyarakat serta sinergi keduanya, memiliki peran yang sangat penting. Pemerintah tidak lagi menjadi satusatunya pelaku yang dapat membawa sukses penyelenggaraan diplomasi. Masyarakat juga berperan dan menjadi partner strategis pemerintah dalam menyelenggarakan dan mencapai sukses diplomasi serta berbagai kegiatan hubungan luar negeri lainnya.
Diplomasi Publik adalah bagian penting dari kegiatan diplomasi Indonesia. Sebab, diplomasi publik merupakan salah satu upaya menjalankan misi, mempertahankan kepentingan
dan mencapai tujuan bangsa melalui understanding, informing, influencing dan empowering.
Sejak 2003 pemerintah membentuk Direktorat Diplomasi Publik dibawah Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri R.I. Dalam usia yang relatif muda itu, penyelenggaraan diplomasi publik Indonesia ditandai oleh berbagai kegiatan baik di dalam maupun di luar negeri, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Penyelenggaraan dan kegiatan diplomasi publik oleh Kementerian Luar Negeri tentulah menarik untuk disimak dan diketahui masyarakat, terutama kalangan pemuda. 

Read More