Books By Category Sastra Koleksi


Cover Sastra Indonesia Awal Kepustakaan Populer Gramedia
See Detail

Sastra Indonesia Awal

Claudine Salmon


Price
Rp 59,000,-
Synopsis

Novel Indonesia yang pertama bukan Azab dan Sengsara oleh Merari Siregar (1920) tetapi Tjhit Liap Seng (Bintang Tujuh) oleh Lie Kim Hok (1886). Bukan terbit awal tahun 20-an tetapi 35 tahun sebelumnya. Bukan buah pena seorang Batak melainkan seorang Tionghoa dari Bogor. Malah karangan Lie Kim Hok itu didahului aktivitas penulis Peranakan lain yang sejak tahun 1850-an, dengan munculnya dunia pers dan penerbitan, atau bahkan lebih awal lagi dalam bentuk naskah tulisan tangan, telah menerjemahkan ratusan novel dari bahasa Tionghoa. Data-data ini mengundang kita untuk memandang kesusastraan Indonesia modern dengan mata baru. Seberapa luas sastra Peranakan itu, seberapa jauh berinteraksi dengan kesusastraan yang diciptakan orang Pribumi, apa akarnya dalam sastra Tionghoa dan Eropa, apa relevansinya bagi masyarakat Indonesia kini? Claudine Salmon, seorang pakar Prancis, telah 40 tahun meneliti masyarakat Tionghoa di Indonesia dari segi sejarah, sosial dan sastra. Buku ini merangkum 20 artikel yang pernah ditulisnya tentang sastra Tionghoa Peranakan dari paruh kedua abad ke-19 sampai masa awal Kemerdekaan.

Read More
Cover Pengantar Sejarah Sastra Indonesia Gramedia Widiasarana Indonesia
See Detail

Pengantar Sejarah Sastra Indonesia

Yudiono K.S.


Price
Rp 39,000,-
Synopsis

sejarah kesusastraan indonesia modern lazim dibagi ke dalam beberapa periode atau babak. kita kenal, misalnya, periodisasi yang dibuat oleh ajip rosidi (masalah angkatan dan periodisasi sejarah sastra indonesia, 1973), jakob sumardjo (lintasan sejarah sastra indonesia 1, 1992), dan rachmat djoko pradopo (beberapa teori sastra, metode kritik, dan penerapannya, 1995). sayangnya, periodisasi itu umumnya hanya sampai dengan tahun 1970-an. itulah sebabnya, periodisasi itu perlu ditinjau ulang.

Read More
Cover Sastra Indonesia Awal: Kontribusi Orang Tionghoa Kepustakaan Populer Gramedia
See Detail

Sastra Indonesia Awal: Kontribusi Orang Tionghoa

Claudine Salmon


Price
Rp 59,000,-
Synopsis

Novel Indonesia yang pertama bukan Azab dan Sengsara oleh Merari Siregar (1920) tetapi Tjhit Liap Seng (Bintang Tujuh) oleh Lie Kim Hok (1886). Bukan terbit awal tahun 20-an tetapi 35 tahun sebelumnya. Bukan buah pena seorang Batak melainkan seorang Tionghoa dari Bogor. Malah karangan Lie Kim Hok itu didahului aktivitas penulis Peranakan lain yang sejak tahun 1850-an, dengan munculnya dunia pers dan penerbitan, atau bahkan lebih awal lagi dalam bentuk naskah tulisan tangan, telah menerjemahkan ratusan novel dari bahasa Tionghoa. Data-data ini mengundang kita untuk memandang kesusastraan Indonesia modern dengan mata baru. Seberapa luas sastra Peranakan itu, seberapa jauh berinteraksi dengan kesusastraan yang diciptakan orang Pribumi, apa akarnya dalam sastra Tionghoa dan Eropa, apa relevansinya bagi masyarakat Indonesia kini? Claudine Salmon, seorang pakar Prancis, telah 40 tahun meneliti masyarakat Tionghoa di Indonesia dari segi sejarah, sosial dan sastra. Buku ini merangkum 20 artikel yang pernah ditulisnya tentang sastra Tionghoa Peranakan dari paruh kedua abad ke-19 sampai masa awal Kemerdekaan.

Read More
Cover Prinsip Dasar Penyusunan dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (The Fundamental of Scientific Writing) Gramedia Widiasarana Indonesia
See Detail

Prinsip Dasar Penyusunan dan Penulisan Karya Tulis ...

Prof. Dr. Avip Syaefullah, drg. M.Pd.


Price
Rp 39,000,-
Synopsis

Sampai saat ini masyarakat mempercayai perguruan tinggi, sebagai wahana untuk membina manusia menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, mempunyai kejujuran intelektual, dan professional sehingga alumni dianggap mampu melaksanakan kegiatan kemasyarakatan, pembangunan, pemerintahan dan kegiatan politik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan Bangsa. Kepercayaan ini sesuai dengan pandangan World Economic Forum yang menganggap Perguruan Tinggi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat dan kemajuan Bangsa.

Pada kenyataannya selama ini alumni yang berkiprah di Pemerintahan, yaitu di lembaga eksekutif, legislatif dan di lembaga yudikatif, tidak mampu mencegah munculnya fenomena lingkaran Kemiskinan-Kebodohan-Penyakit yang membelenggu sebagian besar rakyat Indonesia, bahkan mendorong maraknya perilaku korupsi diberbagai kegiatan pembangunan.

Fenomena yang memprihatinkan ini diduga akar masalahnya adalah perilaku plagiarism dan ketidak jujuran intelektual dibiarkan tumbuh subur pada saat alumni menyusun dan menulis karya tulis ilmiah. Civitas akademika tidak menyadari bahwa penyebabnya adalah sistem bimbingan dan penulisan karya tulis ilmiah yang tidak sesuai dengan hukum pengetahuan dalam dimensi epistemologi, ontologi dan aksiologi. Bahkan pada saat ini penulisan karya tulis ilmiah sudah seperti produksi masal, jauh dari Prinsip Dasar Penyusunan Dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (The Fundamental Of Scientific Writing).

Read More
Cover Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah

Tere Liye


Price
Rp 69,000,-
Synopsis

 

"Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.
 
Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka.
 
""Seperti biasa, Tere Liye selalu bisa mencungkil hal-hal istimewa dari kehidupan yang tidak menarik perhatian.""
 
Belinda, calon dokter gigi
 
""Tentang cinta pertama yang begitu memukau, mengajari tetapi tidak menggurui.""
 
Ayu Aditya Saputri, calon guru SLB
 
""Jika selama ini sering dijejali cerita cinta termehek-mehek, maka Borno dan Mei adalah orisinal cerita cinta tentang pengorbanan yang tidak akan membuat kita menjadi mellow.""
 
Ariza, guru TK
 
""Novel yang berbeda. Mengangkat profesi yang tidak pernah ada di novel mana pun. Kisah cinta yang sederhana, indah, dan klasik.""
 
Umi Futikhah, guru
 
""Saya berdoa semoga saya bisa menjadikan anak lelaki saya “bujang berhati paling lurus” seperti Borno. Amin.""
 
Putri, buruh pabrik"

Read More
Cover Air Mata Kopi Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Air Mata Kopi

Gol A Gong


Price
Rp 29,000,-
Synopsis

Negeri Kopi Air matamu mengerak di penggorengan tak berminyak. Suaramu mengepul mengiris malam. Tubuhmu berdetak berkeringat direguk ditumbuk. “Wait a minute, Mister. Without sugar, ya. Ini arabika harum sekali. Seperti negeri yang Tuan singgahi.” Cangkir kayumu membungkuk deritamu diseduh dikeruk. Kau masih kental pekat rasa gula tak kauingat. Kau sembunyi di seribu bukit, lars mesiu tubuhmu sakit. “Sudahlah, Tuan. Tubuhku capek. Mari bersulang saja. Ini robusta pahit sekali, seperti negeri yang Tuan gagahi.” Tubuhmu mengurai serbuk, dicambuk disegel dalam plastik. Buku puisi ini adalah perayaan Gol A Gong setelah menikmati kopi di kota-kota di Pulau Sumatra. Mulai dari Nol Kilometer di Pulau Weh, lalu di kedai-kedai kopi di Banda Aceh, Bireun, Takengon, Blankejeren, dan Kutacane. Ada aroma lain dari setiap cangkir kopi yang ia hirup: aroma ketidakadilan. Suatu rasa lain dari kopi nusantara yang kita cintai ini. *** Perjalanan kopi Gol A Gong menyusuri lembah dan bukit Gayo, kiranya menjadi perjalanan yang akan mengantarkan siapa saja kepada penghargaan dan pembelaan terhadap petani. — Fikar W. Eda - penyair, anak petani kopi

Read More
Cover TeenLit: First Love Dilemma Gramedia Pustaka Utama
See Detail

TeenLit: First Love Dilemma

Pricilia Anastasia


Price
Rp 29,000,-
Synopsis

 

"Sejak kematian mamanya dan kepergian cinta pertamanya, hidup Azura terpuruk. Azura yang periang berubah menjadi gadis pendiam. Namun, pertemuannya dengan Tristan membuat hidup Azura kembali berwarna. Gadis itu mulai berani membuka hatinya, dan pelan-pelan mampu membalut luka lama yang awalnya tidak pernah disentuhnya.

 

Tetapi, ketika Azura mulai berani menata masa depan dengan Tristan, masa lalu seolah tak bisa melepaskannya. Azura bertemu kembali dengan cinta pertamanya, yang ternyata adalah adik Tristan.

 

Manakah yang akan dipilih Azura, melanjutkan cinta masa lalunya atau merajut cinta baru?"

Read More
Cover Jingga Dalam Elegi Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Jingga Dalam Elegi

Esti Kinasih


Price
Rp 39,000,-
Synopsis

Sejak peristiwa pagi hari saat melihat mata Tari bengkak, Ari jadi penasaran. Benarkah itu hanya karena Ari menghapus nomor HP Ata dari HP Tari, ataukah karena Angga? Kalau memang karena Angga yang notabene musuh bebuyutan Ari, Ari ingin tahu apa yang telah dilakukan cowok itu terhadap Tari.

 
Setelah menemukan a shoulder to cry on pengganti Angga dalam diri Ata, perlahan-lahan Tari mulai melupakan Angga. Sikap Ata yang bertolak belakang dengan Ari membuat Tari nyaman bersama Ata. Ia pun curhat habis-habisan kepada Ata yang lembut, penuh perhatian, baik hati, dan yang baru belakangan Tari sadari berhasil membuat jantungnya berdebar tak keruan. Gangguan dan intimidasi Ari sampai tidak diacuhkannya. Inilah yang membuat Ari makin salah tingkah-kini saingannya bukanlah Angga, melainkan saudara kembarnya sendiri.
 
Namun, saat Tari merasa telah menemukan pelabuhan hatinya, satu rahasia besar perlahan-lahan terkuak.
 
Tari merasa... lambat laun Ata semakin mirip Ari....

Read More
Cover Senyawa - Kumpulan Puisi Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Senyawa - Kumpulan Puisi

Andrei Aksana


Price
Rp 45,000,-
Synopsis

Jadilah kata-kata yang saling merekat, mempertemukan dan menghubungkan kalimat-kalimat, tanpa mempersoalkan arti, karena kelak di sanalah kautemukan alam baru, yang mempersatukan kau dan dia.
 
Kau dan dia, melebur dalam keindahan, segalanya pun berpijar, terciptalah semua debar, degup, gemuruh, yang melenyapkan batas dan antara, hanya ada nyawa yang saling mencari dan merengkuh. Duka, bahagia, benci, cemburu, luka, tawa, bergulung sebagai kekuatan yang tak memisahkan.
 
Dan karena cinta tak cukup lagi menjadi daya, kau pun memilih tempat yang tak berwaktu, hidup di dalam puisi-puisi.
 
Dia yang menuangkan semua ini bagimu, dengan tinta yang terlahir dari tatapanmu, dekapanmu, kerinduanmu...

Read More
Cover Jejak Ingatan Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Jejak Ingatan

Tulisan Terbaik Lomba Menulis Alzheimer


Price
Rp 29,000,-
Synopsis

“Saya berharap agar karya-karya tulis yang dirangkum dalam kumpulan tulisan “Jejak Ingatan” akan meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kepedulian masyarakat luas dalam menangani Alzheimer, serta menjadi inspirasi bagi kita semua dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.” —Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp. M(K), Menteri Kesehatan RI “Buku ini wajib dibaca oleh kita semua yang masih mempunyai orangtua dan suatu hari akan menjadi tua, untuk mengenal gejala awal, mengenal cara pencegahan, pengobatan dan bagaimana memberikan perawatan dengan kasih sayang untuk mengurangi penderitaan pasien dan keluarganya.” —dr. Yustiani Dikot SpS (K), Neurologist–RS Advent, RS Boromeus, Klinik Perisai Husada, Dosen FK Universitas Padjajaran Bandung dan FK Universitas Achmad Yani “Sebuah dunia yang sebenarnya berada di sekitar kita dan semakin sering menjadi kenyataan dalam hidup kita... sudah waktunya kita belajar mengenai Alzheimer lebih dalam lagi, agar tahu bagaimana mengenali gejalanya dan menangani penderitanya.” —Desi Anwar, Senior Journalist “Cerita-cerita di dalam buku ini mengingatkan saya serta menambah rasa hormat dan sayang saya kepada orangtua saya, dan mengingatkan diri saya juga sebagai ayah, di mana saya berpikir dan membayangkan keluarga saya dalam posisi itu, mungkin jika saya atau keluarga saya ada yang terkena Alzheimer, apa yang akan terjadi?” —Dude Harlino, Ayah/Suami/Aktor

Read More
Cover Filsuf Jagoan 1 Kepustakaan Populer Gramedia
See Detail

Filsuf Jagoan 1

Fred van Lente


Price
Rp 19,000,-
Synopsis

 

Apa gerangan pemikiran Plato tentang gagasan sehingga muncul istilah cinta platonik? Apa pendapat Bodhidharma, sang mahaguru kungfu, perihal kebahagiaan hidup? Apa sih konteks komentar Nietzcshe perihal Tuhan Telah Mati? Apa pula inti gagasan Freud tentang perkembangan seksual seseorang?

Buku ini menawarkan saripati sembilan filsuf terkemuka dari pemikiran Barat dan Timur dalam bentuk komik usil namun berbobot. Sembilan filsuf ini ialah Plato, Bodhidharma, Nietzche, Thomas Jefferson, Santo Agustinus, Ayn Rand, Sigmund Freud, Carl Jung, dan Joseph Campbell.

Read More
Cover First Love Dilemma Gramedia Pustaka Utama
See Detail

First Love Dilemma

Pricilia A. W.


Price
Rp 29,000,-
Synopsis

 

"Sejak kematian mamanya dan kepergian cinta pertamanya, hidup Azura terpuruk. Azura yang periang berubah menjadi gadis pendiam. Namun, pertemuannya dengan Tristan membuat hidup Azura kembali berwarna. Gadis itu mulai berani membuka hatinya, dan pelan-pelan mampu membalut luka lama yang awalnya tidak pernah disentuhnya.
 
Tetapi, ketika Azura mulai berani menata masa depan dengan Tristan, masa lalu seolah tak bisa melepaskannya. Azura bertemu kembali dengan cinta pertamanya, yang ternyata adalah adik Tristan.
 
Manakah yang akan dipilih Azura, melanjutkan cinta masa lalunya atau merajut cinta baru?"

Read More
Cover Liaozhai Zhiyi - Kumpulan Cerita Mistik China Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Liaozhai Zhiyi - Kumpulan Cerita Mistik China

Yusin Hendri.W


Price
Rp 59,000,-
Synopsis

Liaozhai Zhiyi adalah kumpulan cerita terkemuka dalam sejarah kesusastraan China. Dalam kurun waktu dua ratus tahun lebih, cerita ini telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa asing termasuk bahasa Inggris, Jepang, Perancis, Rusia, Jerman, dan memiliki miliaran pembaca. Para seniman dan penggemar karya ini menominasikan Liaozhai Zhiyi sebagai salah satu karya terhebat di dunia dan menyebutnya sebagai King of Novel. Buku ini terdiri dari 33 cerita pilihan yang diambil dari Kumpulan Cerita Liaozhai Zhiyi karya Pu Songling, yang diceritakan kembali oleh Yusin Hendri W. dalam bahasa Indonesia. Mengangkat kisah-kisah tentang siluman, setan, hantu, dan lainnya yang berbau mistik dan horor, memprotes belenggu dari pemerintahan feodal yang telah menjerat dan mengeksploitasi masyarakat China kuno. Cerita ini juga diwarnai dengan hubungan yang terjadi antara manusia dengan siluman atau hantu, sebagai pelampiasan ekspresi dari anak-anak muda yang mendambakan hidup terbebas dari belenggu adat istiadat masyarakat feodal.

Read More
Cover Negeri 5 Menara Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Negeri 5 Menara

Ahmad Fuadi


Price
Rp 39,000,-
Synopsis

 

Seumur hidupnya Alif tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, main bola di sawah dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba dia harus melintasi punggung Sumatera menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah ibunya: belajar di pondok.Di hari pertama di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid, mereka menunggu Magrib sambil menatap awan lembayung yang berarak ke ufuk. Awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Ke mana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.Negeri 5 Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi. Ditulis oleh Ahmad Fuadi, mantan wartawan TEMPO & VOA, penerima 8 beasiswa luar negeri, penyuka fotografi, dan terakhir menjadi Direktur Komunikasi di sebuah NGO konservasi. Alumni Pondok Modern Gontor, HI Unpad, George Washington University, dan Royal Holloway, University of London ini meniatkan sebagian royalti trilogi ini untuk membangun Komunitas Menara, sebuah lembaga sosial untuk membantu pendidikan orang yang tidak mampu dengan basis sukarelawan.

 

Read More
Cover Senja Kelabu di Krisdori, Apa Adanya dan Ada Apanya? Deepublish
See Detail

Senja Kelabu di Krisdori, Apa Adanya dan Ada Apany ...

Kmoer Malex


Price
Rp 41,000,-
Synopsis

Apa yang saya tulis ini adalah fakta, kissah pilu yang benar-benar terjadi di kampung terpencil Krisdori Distrik Biak Barat Dati II Teluk Cenderawasih waktu itu tanggal 18 Juni Tahun 1971. Saya menjadi saksi dan bahkan mengalami sendiri orang tua saya, Om, bapa ade dan tete-tete, mereka didatangi orang berpakaian seragam tentara dan memegang senjata dan menodongkan kepada semua laki-laki tua dan yang muda. Karena merasa tidak berbuat kesalahan, mereka mengikuti saja dan kemudian setiap orang merelakan kedua tangannya diikat silang kebelakang, dipaksa berjalan cepat menuju tempat kejadian perkara(TKP) atau pos jaga tentara di pinggir kali Kbusdori kira-kira menjelang pkl 18.00 WIT.

Itulah sepenggal kisah dari buku ini, cerita dalam buku ini sangat menarik untuk dibaca dan bahasanya mudah untuk dipahami.

Read More
Cover Seni & Mengoleksi Seni: Kumpulan Tulisan Kepustakaan Populer Gramedia
See Detail

Seni & Mengoleksi Seni: Kumpulan Tulisan

Oei Hong Djien


Price
Rp 99,000,-
Synopsis

Oei Hong Djien, kolektor seni rupa terkemuka Indonesia asal Magelang, Jawa Tengah, itu, ternyata juga menulis. Sejak 1990 sampai sekarang, atau lebih dari 20 tahun, dia membuat banyak catatan. Sebagian besar untuk pengantar katalog pameran, sebagian lagi berupa naskah pidato, ceramah, atau diskusi. Sebagian lain merupakan artikel untuk katalog balai lelang, majalah, atau buku. Tulisan-tulisan OHD, begitu namanya kerap disingkat, dirangkum menjadi buku Seni dan Mengoleksi Seni ini. Perhatiannya cukup luas: mulai dari para seniman modern the old masters, seniman muda kontemporer, pasar, lelang, dunia koleksi, hingga hubungan seni dengan masyarakat. Dengan gaya to the point, bertutur, dan bersahaja, dia mengajak kita untuk memasuki alam pemikiran seorang kolektor. Buku ini menawarkan serangkaian argumentasi di balik aktivitas mengoleksi lukisan, patung, drawing, atau instalasi. Argumentasi diperlukan untuk membangun dunia koleksi di Indonesia yang lebih bertanggung jawab, menghargai sejarah, dan demi memajukan seni rupa itu sendiri. Bukan sembarang memburu karya seni hanya demi menumpuk investasi, mengeruk keuntungan instan, atau ikut-ikutan lantaran terpikat gunjingan. Kehadiran buku ini melengkapi hasrat OHD untuk berbagi, setelah sebelumnya membeli sekitar 2.000 karya seni, membangun museum, berbicara di banyak forum, dan memamerkan koleksinya kepada publik. Melalui buku ini, publik berkesempatan untuk menyimak pengalaman, gagasan, pergaulan dengan seniman, dan persentuhannya dengan karya seni sejak 1960-an. Ini adalah sumbangan berharga untuk memperkaya pengetahuan tentang seni rupa Indonesia.

Read More
Cover Mengenang Hidup Orang Lain Kepustakaan Populer Gramedia
See Detail

Mengenang Hidup Orang Lain

Ajip Rosidi


Price
Rp 59,000,-
Synopsis

Aji Rosidi, sastrawan Indonesia, menulis kenangan hubungan dia dengan tokoh-tokoh terkemuka Indoensia. Keakrabannya dengan 'yang dikenang' tdak hanya melahirkan pujian, tetapi juga mengungkap sisi kemanusian para tokoh yang kurang diketahui oleh publik.

Read More
Cover Kematian Kecil Kartosoewirjo (Puisi) Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Kematian Kecil Kartosoewirjo (Puisi)

Triyanto Triwikromo


Price
Rp 39,000,-
Synopsis

Terdiri dari 52 puisi, buku yang dianggap sebagai sejarah liris ini mewartakan suara lain Kartosoewirjo. Apakah aku samudra dan Kau hanyalah sungai kecil apakah aku tak terhingga dan Kau hanyalah ketiadaan apakah aku hukum dan Kau yang hakim di luar peradilan apakah aku jawaban dan Kau hanya pertanyaan sepele sebelum ujian apakah aku cahaya dan Kau hanya gelap setelah hujan? ("Gusti, Apakah Kau Juga Kesepian") Aku akan menghitung bulu-bulu burung gelatik di pepohonan. Aku akan menghitung rambutku menjelang mereka menembakku. ("Kenangan") Jari telunjukku, jari yang kian menyusut dan rapuh itu, tak pernah benar-benar tepat menunjuk arah kiblat, tetapi selalu saja merasa telah sampai pada makrifat. ("Ayat Batu") Apakah pelayat perlu baju baru untuk bergegas ke makam? Apakah kau perlu baju baru untuk menjemput kematianmu? ("Ganti Baju")

Read More
Cover Lelaki Bukan Malaikat Gramedia Pustaka Utama
See Detail

Lelaki Bukan Malaikat

Mario F. Lawi


Price
Rp 29,000,-
Synopsis

“Mario Lawi dengan terampil telah memindahkan inti amanat Kitab Suci ke puisi dan menawarkannya kepada pembaca sebagai penghayatan dan pengalaman baru yang tidak lagi perlu dibatasi oleh keyakinan apa pun.” —Sapardi Djoko Damono

Read More
Cover Saiban Gramedia Widiasarana Indonesia
See Detail

Saiban

Oka Rusmini


Price
Rp 39,000,-
Synopsis

Bagi umat Hindu di Bali, tradisi mebanten atau memberikan sesaji merupakan aktivitas orang Bali hampir setiap harinya. Setiap selesai memasak, orang Bali yang beragama Hindu pasti mempersembahkan sebagian hasil masakannya kepada Tuhan. Persembahan ini dikenal sebagai banten saiban atau jotan . Bagi Oka Rusmini, banten saiban pada hakikatnya bukan sesaji dalam bentuk materi, melainkan sesaji dalam arti rasa syukur yang harus dimiliki oleh setiap orang karena hari ini telah tersedia sepiring nasi untuk melanjutkan hidup. Ditulis pada kurun 2008-2014, buku puisi Saiban berbicara banyak hal tentang cinta. Tentang hidup yang berdenyut. Hidup yang menawarkan banyak hal. Buku puisi ini adalah semacam upacara tersendiri bagi Oka Rusmini. Suatu ungkapan rasa syukur yang tidak ada habisnya yang ia haturkan kepada Kosmis.

Read More